Kuota Beasiswa di UM-UB Susut 40 Persen

Kuota Beasiswa di UM-UB Susut 40 Persen

Minggu, 28 Mei 2023 | 02:00 WIB
Kuota Beasiswa di UM-UB Susut 40 Persen

Universitas Negeri Malang difoto dari udara. (UM for Radar Malang)

MALANG KOTA – Menyusutnya kuota penerimaan calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) membuat dua kampus di Kota Malang harus memutar otak. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah peminat yang memiliki KIP-K selalu tinggi. Baik di Universitas Negeri Malang (UM) maupun Universitas Brawijaya (UB).

Untuk diketahui sebelumnya, KIP-K merupakan beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Sesuai namanya, beasiswa itu ditujukan kepada calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dan punya prestasi secara akademik.

Tahun ini, UM mendapat jatah 791 kuota penerimaan calon mahasiswa KIP-K. Sementara, UB mendapat jatah 864. Kuota yang ditetapkan tahun ini menyusut sekitar 40 persen dibanding tahun lalu (selengkapnya baca grafis). Dibanding tahun lalu, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan, Kewirausahaan, Karier, dan Alumni UM Subur Hariono menyebut bila kuota KIP-K di tempatnya menyusut 556.

Subur melihat bila hal itu merupakan imbas dari penerapan skema baru dalam penerimaan calon mahasiswa KIP-K secara nasional. Ya, mulai tahun ini tidak semua penerima KIP-K bakal mendapat bantuan biaya hidup. Melainkan, ada yang hanya mendapatkan gratis biaya uang kuliah tunggal (UKT) saja.

Subur merinci, tahun ini ada dua skema penerimaan mahasiswa KIP-K. Skema pertama memberikan gratis biaya UKT plus biaya bantuan hidup setiap bulan. Sementara skema kedua hanya memberikan bantuan biaya UKT saja. ”Itu artinya, penerima KIP-K skema dua harus menanggung biaya hidup secara mandiri,” ucapnya.

Meski begitu, Subur mengatakan bisa jadi kuota yang ditetapkan saat ini adalah kuota untuk skema satu. Sementara, untuk kuota skema dua akan menunggu keputusan lebih lanjut dari pusat. ”Mungkin saja sebenarnya kuotanya tetap. Atau kalau ada kurang atau lebihnya tidak jauh-jauh dari kuota tahun lalu,” kata dia.

Dari 791 kuota KIP-K tersebut, sudah ada 451 kuota di UM yang sudah terisi. ”Jumlah itu diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP),” tambah Staf Seksi Kesejahteraan dan Kewirausahaan UM Nur Kholis Kurniawan.

Kholis mengatakan, 451 mahasiswa itu dipilih berdasar hasil survei.
Sebenarnya, ditambahkan dia, ada 631 calon penerima KIP-K yang diterima melalui jalur SNBP. Namun, dari hasil survei menetapkan ada 451 orang yang dinyatakan paling berhak menerima beasiswa tersebut. ”Untuk sisanya, 180 calon penerima KIP-K itu ada opsi untuk diajukan sebagai penerima KIP-K skema dua,” ujarnya.

Meski ada opsi itu, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, hingga saat ini belum ada kejelasan untuk kuota KIP-K skema kedua. Kholis menambahkan, jika kuota tak cukup, pihaknya akan mencoret calon penerima KIP-K yang dianggap paling tidak layak menerima beasiswa itu.

Untuk itu, survei yang telah dijalankan mulai April lalu berlangsung ketat. Instrumen survei bagi calon penerima KIP-K semakin kompleks. ”Untuk penerima KIP-K skema satu harus benar-benar memastikan kondisinya memang tidak mampu,” ucapnya.

Sementara, untuk yang masih memiliki kemampuan finansial cukup, akan dimasukkan dalam penerima KIP skema dua. Kholis tak dapat memastikan berapa besaran bantuan hidup yang akan diberikan pemerintah bagi penerima KIP-K skema satu. Sebab, belum ada edaran resmi yang memberikan informasi terkait hal itu. Tahun lalu, penerima KIP-K yang berkuliah di Kota Malang menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp 950 ribu per bulan.

Kholis menjelaskan, besaran bantuan hidup itu berbeda-beda di setiap wilayah. Bergantung pada rata-rata biaya hidup mahasiswa yang ada di wilayah tertentu. ”Jadi misal penerima KIP-K itu kuliah di Jakarta, tentu bantuan biaya hidup yang didapatkan akan semakin besar. Sebab, biaya hidup di sana juga tinggi,” terangnya. Tidak hanya itu, biaya UKT juga ada penyesuaian di tahun. Tidak lagi seragam Rp 2,4 juta per semester. Namun, menyesuaikan dengan biaya UKT di tiap program studi (prodi).

Banyak Peserta SNBT yang Gunakan KIP-K

Menyusutnya kuota KIP-K juga akan berimbas pada keterisian kuota yang dibuka UM secara umum. Tahun ini UM membuka 8.730. kuota Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Kuota tersebut dibagi dalam tiga jalur penerimaan. Yakni SNBP sebesar 25 persen, SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) 30 persen, dan mandiri 45 persen.

Kepala Sub Direktorat Seleksi UM Rizky Firmansyah mengatakan, pihaknya harus mengatur ulang pembagian kuota tersebut. Mengingat peserta SNBT juga banyak yang menggunakan KIP-K. ”Dari 29 ribu sekian pendaftar SNBT itu ada sekitar 11 ribu yang menggunakan KIP-K,” ujarnya. Dirinya mengatakan keterbatasan kuota KIP-K yang diberikan pusat kepada kampus akan memperbesar potensi calon mahasiswa baru tidak registrasi ulang.

Sebab, penerimaan melalui jalur SNBT murni menggunakan hasil nilai tes. Sehingga, jika calon mahasiswa KIP-K itu nilainya bagus, otomatis akan diterima. Tanpa mempertimbangkan status calon penerima KIP-K atau bukan. Untuk itu, Rizky menyebut jika banyak mahasiswa baru yang diterima merupakan calon penerima KIP-K, otomatis akan memengaruhi tingkat registrasi ulang.

Sebab, tentu saja akan banyak mahasiswa yang tertolak dari daftar penerima KIP-K tersebut. Untuk itu, UM berencana mengatur lagi pembagian persentase kuota pada jalur SNBT. Rizky menyebut, kuota SNBT akan ditambah. Itu untuk mengantisipasi tidak terpenuhinya kuota SNBT yang dibuka oleh UM akibat tingginya angka peserta yang tidak melakukan registrasi ulang. ”Itu artinya peluang untuk diterima di UM melalui jalur SNBT akan semakin besar,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB Ilhamuddin mengatakan, penurunan kuota KIP-K di tempatnya sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Pada 2021 lalu, UB sempat menerima mahasiswa KIP-K sebanyak 1.913 orang. Lalu turun menjadi 1.588 mahasiswa pada tahun 2022. Sedangkan, tahun 2023 ini. UB hanya dijatah 864 kuota saja. ”Sementara, yang sudah diterima melalui jalur SNBP ada 750 mahasiswa baru,” ujarnya.

Sama dengan UM, kemungkinan besar kuota sebesar 864 itu adalah kuota KIP-K skema satu. Sedangkan, kuota KIP-K skema dua juga belum diketahui pihaknya. Ilhamuddin mengatakan, pihaknya akan menerapkan skema yang telah ditetapkan oleh Puslapdik (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan). ”Untuk yang SNBT, kami masih menunggu pengumuman nanti di bulan Juni,” tutupnya. (dre/by)

Sumber//https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/2305280007/kuota-beasiswa-di-um-ub-susut-40-persen