Tes Mandiri UM Mulai 12 Juni 2026 Dijaga Ketat, Peserta Tak Bisa Curang lewat Komputer
Tes Mandiri UM Mulai 12 Juni 2026 Dijaga Ketat, Peserta Tak Bisa Curang lewat Komputer
Direktur Pendidikan UM, Prof. Evi Eliyanah, S.S., M.A., Ph.D., —
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID-Universitas Negeri Malang (UM) mematangkan pelaksanaan Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK) 2026 dengan memperkuat sistem pengawasan dan keamanan ujian. Sebanyak 67 laboratorium komputer disiapkan untuk mendukung seleksi penerimaan mahasiswa baru yang akan digelar di enam kota di Indonesia.
Direktur Pendidikan UM Prof Evi Eliyanah SS MA PhD mengatakan persiapan teknis telah dilakukan sejak pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Persiapan meliputi kesiapan laboratorium, pengawas, teknisi, hingga penguatan sistem keamanan berbasis digital.
“Koordinasi dengan seluruh mitra pelaksana sudah kami lakukan sejak dua bulan terakhir, termasuk simulasi dan uji coba sistem agar pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sesuai standar,” ujarnya, Kamis (4/6).
Pelaksanaan TMBK UM tahun ini akan berlangsung di Jakarta, Balikpapan, Bandung, Medan, Yogyakarta, Lombok, serta Kampus UM Malang. Ujian di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung dijadwalkan pada 6–7 Juni 2026, sedangkan Medan, Yogyakarta, dan Lombok berlangsung 8–9 Juni 2026. Sementara pelaksanaan di Kampus UM Malang digelar pada 12–13 Juni 2026.
UM menyiapkan total 67 ruang laboratorium komputer yang tersebar di berbagai fakultas dan unit kerja. Seluruh titik lokasi ujian juga dipastikan menerapkan standar operasional yang sama, baik terkait administrasi, teknis pelaksanaan, maupun sistem pengawasan.
Untuk mencegah praktik kecurangan, UM memperkuat sistem keamanan ujian dengan teknologi khusus pada perangkat komputer peserta. Sistem pengacakan soal juga dibuat lebih variatif agar peserta yang duduk berdekatan tidak memperoleh susunan soal yang sama.
“Kami memperkuat browser yang digunakan sehingga peserta tidak dapat membuka aplikasi lain selama ujian. Selain itu, sistem pengacakan soal dibuat lebih bervariasi,” kata Prof. Evi.
Selain pengamanan berbasis teknologi, setiap peserta akan menjalani pemeriksaan identitas dan security check sebelum memasuki ruang ujian. UM menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran selama proses seleksi berlangsung.
Di sisi lain, UM juga memastikan pelaksanaan TMBK 2026 tetap ramah bagi peserta penyandang disabilitas. Pendampingan dan fasilitas khusus disiapkan di seluruh titik lokasi ujian agar peserta dapat mengikuti seleksi secara nyaman dan optimal.
Prof. Evi menambahkan, registrasi ulang bagi peserta yang lolos jalur mandiri nantinya wajib dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan sebagai bentuk komitmen calon mahasiswa terhadap pilihannya.
Melalui penguatan sistem keamanan, layanan inklusif, serta penyebaran lokasi ujian di berbagai daerah, UM berharap TMBK 2026 dapat berjalan transparan, adil, dan memberi akses lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sumber//https://malang.disway.id/kampus/read/15923/tes-mandiri-um-mulai-12-juni-2026-dijaga-ketat-peserta-tak-bisa-curang-lewat-komputer

