Kuota Jalur Mandiri UM Berpotensi Bertambah, Peluang Masuk Semakin Terbuka
Kuota Jalur Mandiri UM Berpotensi Bertambah, Peluang Masuk Semakin Terbuka
Kompas.com – 04/06/2026, 10:06 WIB
KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang (UM) membuka kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa melalui Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK) 2026. Pada seleksi tahun ini, kuota jalur mandiri UM berpotensi bertambah melalui pengalihan kursi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang tidak terisi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang calon mahasiswa untuk diterima di UM pada Tahun Akademik 2026.
Kepala Subdirektorat Seleksi UM Rizky Firmansyah mengatakan, daya tampung UM tahun ini meningkat menjadi 13.101 mahasiswa. Sejalan dengan peningkatan tersebut, kuota jalur mandiri yang saat ini mencapai 4.545 kursi masih berpeluang bertambah apabila terdapat peserta SNBT yang tidak melakukan registrasi ulang.
“Kalau ada peserta yang tidak registrasi ulang di SNBT, maka akan dialihkan kuotanya. Jadi, kuota jalur mandiri masih bisa bertambah sesuai jumlah kursi yang tidak terisi,” ujar Rizky dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, mekanisme pengalihan kuota tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan daya tampung universitas. Dengan cara itu, kursi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga lebih banyak calon mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan di UM.
Pada pelaksanaan TMBK 2026, UM menyiapkan enam titik lokasi tes di luar kampus utama. Lokasi tersebut tersebar di Jakarta, Balikpapan, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Lombok. TMBK di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung akan dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026) dan Minggu (7/6/2026).
Sementara itu, TMBK di Medan, Yogyakarta, dan Lombok digelar pada Senin (8/6/2026) dan Selasa (9/6/2026). Adapun pelaksanaan TMBK di kampus UM dijadwalkan berlangsung pada Jumat (12/6/2026) dan Sabtu (13/6/2026).
Penyebaran lokasi tes tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan akses bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Melalui inisiatif tersebut, UM berupaya mengoptimalkan daya tampung agar kesempatan masuk perguruan tinggi semakin terbuka di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Pengawasan seleksi diperketat
Selain memperluas peluang penerimaan mahasiswa baru, UM juga memperkuat aspek pengawasan dalam pelaksanaan seleksi. Rizky mengatakan, evaluasi dari pelaksanaan TMBK dan SNBT pada tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pengawasan ujian.
“Belajar dari TMBK tahun lalu dan pelaksanaan SNBT tahun ini, kami semakin memperketat pelaksanaan ujian,” kata Rizky. Ia menegaskan, seluruh proses seleksi akan diawasi secara ketat untuk menjamin kejujuran dan transparansi pelaksanaan ujian.
“Pelaksanaannya akan dijaga dengan optimal supaya proses ujian lancar. Tidak ada praktik yang menguntungkan pihak tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan UM Evi Eliyanah mengatakan bahwa berbagai persiapan TMBK telah dilakukan secara simultan sejak pelaksanaan SNBT berlangsung. Persiapan tersebut mencakup kesiapan sistem, laboratorium komputer, teknisi, hingga pengawas.
“Koordinasi dengan mitra luar kota sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu, termasuk pembagian pengawas, teknisi, penyiapan sarana dan prasarana, serta uji coba sistem,” ujar Evi.
Sebagai bentuk komitmen memberikan layanan yang optimal, TMBK UM 2026 akan dilaksanakan di 67 ruang laboratorium komputer yang tersebar di berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UM.
Seluruh lokasi ujian juga dibekali standar operasional yang sama, baik di kampus UM maupun di luar kota. Standar ini mencakup aspek administrasi, teknis, serta penanganan apabila ditemukan indikasi pelanggaran selama ujian berlangsung.
Keamanan ujian diperketat Dari sisi teknologi, UM turut memperkuat sistem keamanan ujian untuk meminimalkan potensi kecurangan. Sejumlah pembaruan diterapkan, mulai dari penguatan browser ujian hingga sistem pengacakan soal yang lebih variatif.
“Kami memperkuat browser yang digunakan sehingga peserta tidak dapat membuka aplikasi lain selama ujian. Selain itu, sistem pengacakan soal dibuat lebih bervariasi.
Hal ini membuat peserta yang berdampingan tidak memperoleh soal dan urutan soal yang sama,” ucapnya. TMBK UM juga akan menerapkan standar keamanan yang mengacu pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), termasuk pemeriksaan identitas peserta dan security check sebelum ujian dimulai.
UM menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kecurangan. Selain berfokus pada keamanan dan kualitas seleksi, UM memastikan layanan yang inklusif bagi seluruh peserta. Seperti pada pelaksanaan SNBT, peserta penyandang disabilitas di masing-masing titik lokasi akan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan optimal.
Evi juga berpesan kepada calon mahasiswa agar segera melakukan registrasi ulang apabila dinyatakan lolos seleksi.
“Pesan saya, jangan lupa untuk melakukan registrasi ulang apabila telah dinyatakan lolos pada seleksi mandiri nanti. Dengan demikian, calon mahasiswa bisa bertanggung jawab atas pilihannya sendiri,” ujar Evi. Melalui TMBK 2026, UM berupaya menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih luas, transparan, dan berkeadilan.
Sumber: https://biz.kompas.com/read/2026/06/04/100637428/kuota-jalur-mandiri-um-berpotensi-bertambah-peluang-masuk-semakin-terbuka.

