Khawatir Aktif di Politik, Ini yang Harus Dipahami Mahasiswa

Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menyelenggarakan Pustaka Akademik, Sabtu (1/3/2020). Itu kegiatan bedah karya dengan tema Hubungan Civic Competence dengan Partisipasi Politik Mahasiswa.

Acara yang berlangsung pukul 09.00-12.00 di Aula Perpustakaan UM itu menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Siti Fauziah (Kabiro Hubungan Masyarakat MPR RI), Nisa Arafiyah Tri Wulandari (penulis tesis), dan Sukowiyono (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial UM).

Khawatir Aktif di Politik, Ini yang Harus Dipahami Mahasiswa

citizen reporter/Novia Anggraini/Diskusi tentang persepsi mahasiswa terhadap politik di Universitas Negeri Malang.

Nisa Arafiyah Tri Wulandari selaku pemateri utama memaparkan hasil penelitiannya yang telah ditulis dalam bentuk tesis. Tesisnya yang berjudul Hubungan Civic Competence dengan Partisipasi Politik Mahasiswa Universitas Negeri Malang ditulis berangkat dari asumsi, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula partisipasi politiknya. Lebih jauh, Nisa menjelaskan civic competence adalah kecakapan-kecakapan yang harus dimiliki seseorang sebagai warga negara. Civic competence terdiri atas civic knowledge (pengetahuan), civic skill (keterampilan), dan civic disposition.

Dari hasil penelitiannya, Nisa menemukan fakta, mahasiswa PPKn UM yang dijadikan subjek penelitian memiliki civic competence yang cukup baik. Civic competence yang telah memadai itu membuat mahasiswa mampu berpartisipasi secara aktif di kancah perpolitikan kampus. Namun, civic competence terhadap Pancasila dan kontribusi Indonesia di kancah internasional masih perlu ditingkatkan lagi.

Simpulan secara garis besar dari penelitian Nisa adalah adanya hubungan yang kuat antara civic competence dengan partisipasi politik mahasiswa. Itu mengindikasikan tingkat kompetensi kewarganegaraan dapat menjadi salah satu faktor yang mampu memengaruhi tingginya tingkat partisipasi politik.

Sukowiyono turut mendorong mahasiswa agar aktif dalam perpolitikan. Mahasiswa dianggap sebagai motor penggerak perubahan dan agent of change. Keaktifan mahasiswa di dunia perpolitikan kampus akan menjadi awal yang baik sebagai bekal jika kelak terjun langsung ke masyarakat.

Ia juga mendorong agar mahasiswa turut berpartisipasi mengamati kebijakan-kebijakan regional yang ada di sekitarnya. Itu agar mahasiswa sebagai kalangan terpelajar yang berpendidikan tinggi memiliki tingkat keaktifan yang tinggi dalam bidang politik. Diharapkan para mahasiswa akan termotivasi untuk semakin aktif berpartisipasi di bidang politik, baik politik di internal kampus maupun di masyarakat luas.

Artikel: Novia Anggraini Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang ininovianggraini@gmail.com
Sumber dari: https://surabaya.tribunnews.com/2020/03/19/khawatir-aktif-di-politik-ini-yang-harus-dipahami-mahasiswa