UM Miliki Pusat Pembelajaran Budaya dan Sejarah Tiongkok
UM Miliki Pusat Pembelajaran Budaya dan Sejarah Tiongkok
MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Pada awal tahun 2026 Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kerja sama internasional melalui peresmian ruang baca Du Xiu Shu Fang kerja sama dengan Guangxi Normal University (GXNU), China. Ruang baca tersebut terletak di Perpustakaan Pusat UM. Peresmian ini hadirkan delegasi GXNU, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, serta perwakilan Pemerintah Kota Malang.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menegaskan bahwa ruang baca tersebut dibuka untuk civitas akademika dan masyarakat umum. “Kita akan membuka ruang ini untuk seluruh kolega, mahasiswa, bahkan masyarakat yang ingin belajar,” ujar Prof. Hariyono, Senin (5/1).

SIMBOLIS: Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd bersama perwakilan Guangxi Normal University (GXNU) China dalam saat peresmian Ruang Baca Du Xiu Shu Fang:
Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas akademik dan pertukaran budaya. Prof. Hariyono menambahkan bahwa UM berharap mengambil pelajaran dari perjalanan pembangunan Tiongkok. “Kita bisa belajar dari Tiongkok yang mengalami lompatan kemajuan pesat pada abad ke-20; pengetahuan mereka tumbuh tanpa menghilangkan identitas budaya. Kita serap pengetahuannya lalu sesuaikan dengan kondisi Indonesia,” tambahnya.
Sarana ini menegaskan komitmen UM untuk memperluas jaringan internasional, memperkuat pengembangan talenta, dan mendorong penelitian antardisiplin yang relevan bagi pembangunan regional.
Ruang Du Xiu Shu Fang akan menjadi pusat pembelajaran budaya dan sejarah Tiongkok, lengkap dengan koleksi literatur, sumber digital, serta program pertukaran akademik. “Target kami tidak hanya memperkuat hubungan dengan GXNU, tetapi juga menghilirisasi hasil riset sehingga berdampak pada industri dan ekonomi kedua negara,” kata Rektor optimis.
Direktur Kantor Kerja Sama dan Pertukaran Internasional GXNU, Li Dongmei, menjelaskan bahwa fondasi kerja sama kedua institusi telah terjalin sejak 2009 melalui pusat bahasa Mandarin UM.
“Melalui pusat bahasa Mandarin, kami telah bekerja sama sejak lama. Ini menciptakan sebuah ekosistem mutual learning and mutual benefit bagi kedua belah pihak,” ujar Li, seraya berharap pusat pembelajaran budaya dan sejarah Tiongkok ini menjadi jendela pengetahuan bagi pelajar dan masyarakat Indonesia. (imm/udi)
Sumber//https://malangposcomedia.id/um-miliki-pusat-pembelajaran-budaya-dan-sejarah-tiongkok/

