Mahasiswa AM UM Kembangkan Papercraft Minecraft untuk Pembelajaran Seni Budaya

Mahasiswa AM UM Kembangkan Papercraft Minecraft untuk Pembelajaran Seni Budaya

Inovasi media pembelajaran pada materi kemasan dari kertas di SMP Laboratorium UM Malang

Mahasiswa AM UM Kembangkan Papercraft Minecraft untuk Pembelajaran Seni Budaya

Foto-foto praktik pembelajaran Seni Budaya materi Kemasan dari Kertas menggunakan media pembelajaran yaitu Papercraft Minecraft. Foto diambil di kelas 7F dan 7D di SMP Laboratorium UM dalam rentang waktu 12 – 19 Mei

KOTA MALANG — Ruqunia Rahmatuti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM) yang mengikuti Program Asistensi Mengajar (AM) di SMP Laboratorium UM, mengembangkan media pembelajaran Papercraft Minecraft pada materi Kemasan dari Kertas. Media tersebut diterapkan kepada 64 peserta didik kelas VII D dan VII F sebagai upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan.

Media pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan hasil observasi selama kegiatan Asistensi Mengajar yang menunjukkan bahwa beberapa peserta didik mengalami kejenuhan ketika mengikuti pembelajaran praktik menggunakan media yang bersifat konvensional. Melalui Papercraft Minecraft, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep kemasan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perancangan dan pembuatan kemasan.

Pembelajaran diawali dengan pengenalan fungsi, tujuan, dan jenis-jenis kemasan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta didik memperoleh karakter Papercraft Minecraft melalui sistem undian. Setelah itu, mereka mengamati bentuk objek, mengukur panjang, lebar, dan tinggi karakter, kemudian menentukan jenis kemasan yang paling sesuai berdasarkan pilihan jaring-jaring kemasan yang telah disediakan. Pada tahap praktik, peserta didik memotong, melipat, merakit, dan menghias kemasan yang dibuat. Kegiatan tersebut melatih keterampilan motorik, ketelitian, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dalam menentukan ukuran dan bentuk kemasan yang tepat. Hasil penerapan media menunjukkan bahwa peserta didik mampu menyelesaikan proyek kemasan sesuai karakter yang diperoleh serta memahami konsep kemasan secara lebih konkret. Selain menghasilkan karya yang fungsional, peserta didik juga belajar menghubungkan ukuran objek dengan desain kemasan yang sesuai.

Respon positif turut ditunjukkan oleh peserta didik. Daanya, siswi kelas VII D, mengungkapkan bahwa pembelajaran terasa lebih menyenangkan. “Seru banget, Bu. Kalau belajar Seni Budaya lagi saya lebih suka dengan cara ini. Apalagi dapat karakter Minecraft yang bentuknya lucu-lucu,” ujarnya. Peserta didik lain, Alicia, menyampaikan bahwa media tersebut membantunya memahami konsep kemasan secara lebih nyata. Sementara itu, Bintang dari kelas VII F mengaku lebih tertarik mengikuti pembelajaran karena media yang digunakan terasa baru dan menantang.

Bagi Ruqunia Rahmatuti, pengembangan media ini menjadi pengalaman berharga dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik SMP. Melalui inovasi ini, media Papercraft Minecraft diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran Seni Budaya yang kreatif, inovatif, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar.

Sumber//https://www.netralnews.com/mahasiswa-am-um-kembangkan-papercraft-minecraft-untuk-pembelajaran-seni-budaya/NitXZVhpZm91ZGJaL0RteHd4OXg3QT09