Kolaborasi 14 Karya Nusantara di Pergelaran Seni UM
Kolaborasi 14 Karya Nusantara di Pergelaran Seni UM

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar Pergelaran Seni Pertunjukan ke-XVII di Gedung Graha Tirta, pekan lalu. Mengangkat tema Infinity Fraternus (Two Souls, One Horizon), ajang tahunan ini menyajikan kolaborasi megah 14 karya seni yang memadukan keberagaman budaya Nusantara.
Pergelaran berskala besar ini melibatkan lebih dari 200 mahasiswa lintas angkatan. Sebanyak 7 pertunjukan tari dan 7 pertunjukan musik dibawakan secara apik oleh mahasiswa angkatan 2023 sebagai penyaji karya. Sementara itu, mahasiswa angkatan 2024 bertindak di balik layar sebagai tim manajemen, produksi, dan event organizer.
Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan UM, Dra. Endang Wara Suprihatin Dyah Pratamawati, M.Pd., menjelaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar panggung hiburan atau agenda akademik biasa. Kegiatan itu merupakan bentuk implementasi kurikulum berbasis praktik sekaligus bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Penyajian Seni Pertunjukan serta Manajemen Pergelaran dan Produksi Seni Pertunjukan.
”Pergelaran ini tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan secara menyeluruh dalam dunia seni pertunjukan. Mahasiswa dituntut memahami proses produksi seni secara profesional dan berorientasi kewirausahaan,” ujar Endang.
Keunikan pergelaran tahun ini terletak pada konsep keberagaman yang diusung. Mahasiswa mengemas unsur budaya dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, Sumatra, hingga Indonesia Timur ke dalam bentuk interpretasi artistik yang modern dan harmonis.
Tema Infinity Fraternus sendiri terinspirasi dari kisah tokoh pewayangan Nakula dan Sadewa yang merepresentasikan keseimbangan sudut pandang kehidupan. Jargon Two Souls, One Horizon disematkan untuk memperkuat pesan persaudaraan tanpa batas antargenerasi, sekaligus menegaskan bahwa perbedaan budaya dapat menjadi kekuatan bersama.
Ketua Panitia Pergelaran, Nuzulul Syifaillah Alfarisi, menambahkan bahwa acara ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi manajerial dan artistik mereka di industri kreatif.
“Pergelaran ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kreativitas, manajemen, dan kerja sama tim dalam satu produksi seni yang utuh. Kami juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan,” kata Nuzulul.
Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini dirancang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas (poin 4), pertumbuhan ekonomi kreatif (poin 8), serta pelestarian budaya (poin 11). Melalui inovasi ini, UM berkomitmen melahirkan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing di ekosistem industri kreatif Indonesia. (hud/udi)
Sumber//https://malangposcomedia.id/kolaborasi-14-karya-nusantara-di-pergelaran-seni-um/

