Ketupat Mungil Pengobat Rindu
Ketupat Mungil Pengobat Rindu
Apa yang paling dirindukan orang yang sedang berada perantauan dan jauh dari kampung halaman? Yang pertama tentu saja keluarga. Yang kedua, makanan.
Itu yang dialami mahasiswa-mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menjalani PPL/KKN Thailand Terpadu. Selama sebulan menetap di negeri orang, mereka juga harus melewati Idul Fitri di Thailand.
Banyak pengalaman yang mereka rasakan, bertemu dengan orang-orang baru, juga adat, tradisi, dan lingkungan yang baru. Yang tidak kalah seru adalah mencicipi berbagai macam makanan khas Thailand.

ist
Bicara makanan, makanan apa sih yang identik dengan momen-momen lebaran seperti yang dirasakan saat di Indonesiai? Ketupat.
Meski sangat ingin makan ketupat, mereka hanya bisa menyaksikan gambar-gambar ketupat yang ada di internet sembari menelan liur. Sebenarnya bukan hanya ketupatnya yang membuat sedih, justru suasana saat menyiapkan dan menyantap ketupat itu yang membuat ingat keluarga di Indonesia.
Di hari terakhir berpuasa Syawal, keinginan untuk menyantap ketupat beserta gurihnya kuah opor ayam atau sate lengkap dengan gulainya semakin kuat. Mengajar pun rasanya tidak bersemangat lagi.
Pulang mengajar, Babah, sebutan untuk orang tua angkat mahasiswa selama di Thailand, memanggil para mahasiswa untuk diajak pergi ke Namron, salah satu kecamatan di Krabi, Thailand. Babah mengajak semuanya berbuka puasa di Masjid Namron sekaligus memperingati 40 hari meninggalnya salah satu sanak saudara Babah. Kebetulan saat itu juga untuk merayakan 7 Syawal-an.
Setelah tiba di Masjid Namron, semua duduk dengan tenang menunggu azan sembari melihat orang-orang yang hilir-mudik menyiapkan makanan. Tak beberapa lama, makanan pun datang,
Betapa terkejutnya ketika di depan setiap orang terpampang nyata sepiring ketupat kecil nan lucu. Ketupat imut itu disajikan bersebelahan dengan mango sticky rice yang manis.
Setelah lama mengamati, ada yang berani bertanya, “Che arai (apa namanya)?”
Ketupat Thai, begitulah orang-orang menyebutnya. Berbeda dengan di Indonesia, selain ukurannya yang lebih mini, isi ketupat Thailand bukan beras/nasi, melainkan ketan putih, namun ada juga yang berisi ketan merah.
Penyajian dan cara makannya tetaplah sama, ketupat Thai dapat dimakan dengan kuah ayam bersantan. Bisa juga ketupat dari ketan itu dicocol dengan susu manis. Puji syukur lebaran kali ini masih diberi kesempatan bertemu dan berbuka dengan ketupat meskipun dengan versi yang berbeda.
Lailiy Kurnia Ilahi Mahasiswa PPL/KKN Thailand Terpadu Universitas Negeri Malang Lailiykurniailahi. blogspot. com [email protected]
Sumber dari: http://surabaya.tribunnews.com/2018/06/26/ketupat-mungil-pengobat-rindu


