S3 BK UM Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK
S3 BK UM Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK

ASESMEN LAMDIK: Tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) saat melakukan verifikasi dokumen kurikulum pada proses Asesmen Lapangan Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (22/5)
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Program Studi (Prodi) S3 Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) menjalani proses asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada Jumat (22/5) lalu. Langkah krusial ini diambil sebagai komitmen nyata UM dalam menjaga mutu akademik sekaligus menjawab kelangkaan program doktoral BK di Indonesia.
Saat ini, prodi S3 BK tergolong sangat langka karena baru diselenggarakan oleh empat Perguruan Tinggi Keagamaan/Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh tanah air, termasuk salah satunya di UM.
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menegaskan bahwa keterbatasan jumlah penyelenggara ini memberikan tanggung jawab besar bagi UM untuk menjadi kiblat pengembangan keilmuan dan kualitas SDM di bidang bimbingan konseling nasional.
”Kami berkomitmen meningkatkan kualitas Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling secara berkelanjutan. Keempat LPTK ini memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan keilmuan BK di Indonesia,” ujar Prof Ibrahim.
Proses visitasi ini menghadirkan dua tim asesor dari LAMDIK, yaitu Prof. Dr. Muhammad Nur Wangid, M.Si. (Universitas Negeri Yogyakarta) dan Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd., Kons. (Universitas Negeri Semarang).
Menanggapi kondisi kelangkaan prodi ini, Muhammad Nur Wangid menyoroti pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan zaman agar lulusan doktoral mampu menjadi motor penggerak pendidikan. Di sisi lain, Dwi Yuwono Puji Sugiharto menekankan bahwa sesama penyelenggara S3 BK tidak boleh saling menjatuhkan.
”Yang perlu dibangun bukan persaingan, melainkan kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan BK di Indonesia,” ungkap Dwi Yuwono.
Langkah penguatan mutu akademik melalui asesmen ini juga diklaim sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 terkait Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui evaluasi ini, UM membidik posisi sebagai pelopor utama yang siap melahirkan ahli-ahli konseling masa depan demi kemajuan mutu pendidikan nasional. (imm/udi)
Sumber//https://malangposcomedia.id/s3-bk-um-jalani-asesmen-lapangan-lamdik/

