Tim Peneliti UM Perkuat Program Teacher Curatorial Studies

Tim Peneliti UM Perkuat Program Teacher Curatorial Studies

Oleh: Hanum Oktavia Editor: Syamsuddin 03 Nov 2025 – 13:48  Malang
 
KBRN, Malang : Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) meluncurkan inovasi Teacher Curatorial Studies Program (TCSP). Program ini menjadi terobosan dalam pengembangan kompetensi guru seni budaya agar tidak hanya mampu mengajar di kelas, tetapi juga memiliki kapasitas kuratorial dalam mengelola dan menginterpretasi karya seni.
 
“TCSP hadir sebagai solusi kurikuler yang adaptif terhadap tantangan dunia seni rupa kontemporer. Program ini dirancang sebagai skema penelitian terapan yang mengintegrasikan residensi galeri guna meningkatkan kompetensi kuratorial guru seni budaya,” kata Ketua pengembang TCSP, Dr. Iriaji, M.Pd., Senin (3/11/2025).
 
Tim Peneliti UM Perkuat Program Teacher Curatorial Studies

Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) meluncurkan inovasi Teacher Curatorial Studies Program (Foto : Istimewa)

 
Menurutnya, praktik kurasi kini menjadi kompetensi penting bagi guru dalam menumbuhkan apresiasi seni, literasi visual, dan pemaknaan budaya dalam pembelajaran.
 
“Melalui Teacher Curatorial Studies Program ini, kami mengusung pendekatan berbasis praktik yang menggabungkan teori kuratorial, manajemen galeri, dan literasi seni dalam kegiatan residensi galeri,” ujarnya.
 
“Guru peserta diberikan ruang untuk mengamati langsung dinamika galeri, praktik kuratorial profesional, hingga manajemen pameran seni,” imbuh Dr. Iriaji.
 
Dalam pelaksanaannya, TCSP melibatkan PT Mitra Bangun Kreatifa sebagai mitra pengembangan konten. Para peserta dilatih untuk menyusun narasi pameran, merancang tata ruang visual, mengembangkan program edukasi galeri bagi siswa, serta melakukan refleksi pedagogis atas proses kuratorial tersebut. 
 
“Kolaborasi ini menghadirkan sinergi antara dunia pendidikan dan ekosistem seni rupa profesional, sebagai upaya nyata memperkuat kreativitas dan edupreneurship dalam pendidikan seni,” ungkapnya. 
 
Melalui pengalaman kuratorial langsung, guru tidak hanya menguasai kemampuan teknis dan estetis, tetapi juga memahami potensi ekonomi kreatif dari karya seni yang dikurasi. 
 
“Hal ini menjadi pondasi penting dalam mendukung visi Merdeka Belajar, serta menjembatani pendidikan dengan industri kreatif sebagai bagian dari ekosistem budaya nasional,” kata dia. 
 
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi individu guru, tetapi juga berdampak pada praktik pembelajaran di sekolah. Produk residensi seperti kurasi mini pameran, lesson plan berbasis kuratorial, serta modul pembelajaran interaktif dapat langsung diimplementasikan di sekolah mitra. 
 
“Siswa pun memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kritis, dan reflektif,” tutur Dr. Iriaji.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TCSP menjadi langkah strategis dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas. Program ini dirancang untuk membentuk guru seni budaya dengan kompetensi 3C (Creative, Curatorial, and Collaborative) guna menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Ke depan, model TCSP akan terus dikembangkan agar berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan maupun komunitas seni lokal. Program ini juga membuka peluang lahirnya School-Based Art Gallery sebagai laboratorium seni terpadu di sekolah, yang berfungsi sebagai ruang publikasi, eksperimentasi, dan inkubasi karya seni guru maupun siswa.
 
Kegiatan tersebut didanai oleh PPG Non-APBN Universitas Negeri Malang Tahun 2025 berdasarkan kontrak nomor 19.5.89/UN32.14.1/LT/2025, serta merupakan hasil kolaborasi strategis dengan mitra industri kreatif PT Mitra Bangun Kreatifa (MBK).
 
Sumber//https://rri.co.id/iptek/1948368/tim-peneliti-um-perkuat-program-teacher-curatorial-studies