Soft Bracelet, Usaha Kreatif Mahasiswi UM

Lain Lain

Soft Bracelet, Usaha Kreatif Mahasiswi UM

Oleh: Irene Swasty Nathasya Editor: Rio Perdana 20 Jan 2026 – 15:15 Malang
Soft Bracelet, Usaha Kreatif Mahasiswi UM
Soft Bracelet, Usaha Kreatif Mahasiswi UM Malang. (Foto: Dokumen RRI)

RRI.CO.ID, Malang – Tren aksesori manik-manik yang sempat viral di media sosial menjadi titik awal perjalanan usaha Nisriina Najmi, mahasiswi Psikologi Universitas Negeri Malang (UM). Sejak tahun 2023, ia mengembangkan usaha aksesori handmade bernama Soft Bracelet, yang kini tumbuh sebagai wadah kreativitas sekaligus peluang ekonomi bagi mahasiswa dan anak muda.

Nisriina menuturkan, ide bisnis ini muncul saat ia melihat tren manik-manik ramai dibicarakan di TikTok. Rasa penasaran mendorongnya membeli bahan di salah satu swalayan di Kota Malang dan mulai belajar membuat gelang serta kalung secara mandiri.

“Waktu itu aku benar-benar mulai dari nol. Aku belajar sendiri dari YouTube dan TikTok, sambil coba-coba bikin. Nggak nyangka ternyata teman-teman tertarik dan mulai pesan,” ujar Nisriina kepada RRI Malang, Selasa (20/01/2026).

Produk awal Soft Bracelet hanya berupa gelang. Namun, seiring meningkatnya minat pembeli, ia mulai menambah variasi produk seperti cincin, kalung, hingga strap ponsel. Usaha ini dirintis dengan modal awal sekitar Rp500 ribu, yang berasal dari hasil menabung uang jajan sejak SMA.

“Dari SMA aku memang sudah terbiasa menyisihkan uang jajan. Jadi waktu mau mulai usaha, modalnya benar-benar dari hasil nabung, bukan minta orang tua,” katanya.

Dalam pengelolaan usaha, Nisriina mengaku menerapkan dasar-dasar kewirausahaan yang pernah ia pelajari di bangku sekolah, termasuk perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan analisis SWOT.

“Ilmu itu aku dapat dari pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan waktu SMA. Jadi walaupun sederhana, aku sudah belajar menghitung HPP secara manual dan mempertimbangkan kekuatan serta tantangan usaha,” jelasnya.

Kini, Soft Bracelet telah memiliki dua tim, yakni tim produksi yang bertugas meronce aksesori serta tim penjaga booth. Booth Soft Bracelet rutin beroperasi setiap hari Minggu di kawasan Velodrome Malang mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.

“Aku ingin usaha ini juga jadi ruang kerja buat teman-teman. Ada yang bantu produksi, ada juga yang jaga booth. Jadi bukan cuma aku yang bergerak,” ungkapnya.

Dari sisi pemasaran, Nisriina membuka peluang dropshipper dan reseller bagi mereka yang ingin belajar berwirausaha dengan modal terbatas. Menurutnya, skema ini menjadi cara untuk saling tumbuh bersama.

“Aku ingin Soft Bracelet bukan cuma tentang jualan, tapi juga jadi pintu buat teman-teman yang mau belajar bisnis. Dengan modal minim, mereka sudah bisa mulai lewat sistem dropship atau reseller,” ujarnya.

Dukungan terhadap usaha ini juga datang dari Universitas Negeri Malang. Melalui program kewirausahaan mahasiswa, kampus memberikan pendanaan bagi mahasiswa yang memiliki usaha, tentu melalui proses seleksi oleh pihak direktorat.

“UM sangat mendukung mahasiswa yang punya usaha. Kita difasilitasi pendanaan dan juga ruang untuk berkembang, tapi tetap tentu nanti melewati proses seleksi ya sesuai dengan syarat dan kriteria dari Direktorat ,” katanya.

Promosi Soft Bracelet dilakukan secara mandiri oleh Nisriina melalui media sosial, iklan berbayar, serta partisipasi dalam berbagai acara kampus dan kegiatan kafe. Bahkan, di beberapa kesempatan, pengunjung booth diajak meronce bersama untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif.

Bagi Nisriina, berwirausaha bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan bagian dari membangun kemandirian finansial sejak dini.

“Aku berpikir orang tua nggak akan selalu ada terus. Jadi aku ingin punya back up finansial dari sekarang, supaya ke depan bisa lebih mandiri,” tuturnya.

Di lingkungan kampus, Nisriina juga aktif dalam komunitas mahasiswa wirausaha UM yang rutin berbagi pengalaman. Alumni UM pun turut hadir sebagai mentor dan fasilitator untuk saling mendukung perkembangan usaha.

Ke depan, Nisriina bercita-cita menjadikan Soft Bracelet sebagai produk oleh-oleh khas Malang yang namun dalam bentuk aksesori ya , dan tentunya memiliki keunikan dan nilai kreatif tersendiri. Selain menjalankan bisnis, ia juga aktif sebagai konten kreator di TikTok dan Instagram serta menerima kerja sama endorsement.

“Menurutku, generasi muda harus kreatif dan berani mencoba. Jangan insecure duluan. Coba aja semua peluang yang ada, karena dari situ kita bisa belajar dan berdiri di kaki sendiri,” pungkasnya.

Sumber//https://rri.co.id/lain-lain/2118094/soft-bracelet-usaha-kreatif-mahasiswi-um