Rektor UM Menepis Stigma Generasi Strawberry

Rektor UM Menepis Stigma Generasi Strawberry

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Hariyono menyampaikan bahwa generasi muda saat ini yang kerap dipandang sebagai generasi strawberry tidak berlaku bagi mahasiswa Desain Mode UM

TIMES Indonesia,11 Mei 2026, 12:28 WIB

MALANG – Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Hariyono menyampaikan bahwa generasi muda saat ini yang kerap dipandang sebagai generasi strawberry tidak berlaku bagi mahasiswa Desain Mode UM melalui kegiatan Asian Student Fashion Week (ASFW) 2026, yang diselenggarakan oleh prodi Desain Mode, Fakultas Vokasi (FV) UM. 

Generasi strawberry, lanjutnya, yaitu generasi yang mudah keropos. Layaknya strawberry yang indah dan segar dari luar, nyatanya ia mudah hancur apabila mendapatkan sedikit tekanan. Akan tetapi, unjuk kreativitas mahasiswa melalui kegiatan ini dapat menepis stigma rapuh tersebut.

“Anak muda sekarang sering disimbolkan sebagai generasi strawberry, mudah keropos, tapi ternyata anak-anak kami tidak semudah itu keropos karena memiliki kreativitas yang luar biasa,” ujarnya dalam memberikan sambutan ASFW 2026, Minggu (10/5/2026).

Ia melanjutkan, generasi muda saat ini memiliki ide dan kreativitas yang maju. Ia pun yakin bahwa generasi muda, terkhusus mahasiswa UM dapat menjadikan Indonesia bukan sebagai konsumen, tetapi produsen, terkhusus dalam bidang fashion.

UM

Prof. Hariyono menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan kreativitas tanpa terhambat birokrasi yang kaku. Selain itu, melalui kreativitas mahasiswa juga dapat membuka peluang industri yang lebih luas, terbukti dengan banyaknya karya desain mahasiswa yang telah menerima pesanan sebelum dipasarkan secara resmi.

“Kreativitas ini harus terus didorong, mahasiswa ditekankan untuk terus mengembangkan ide tanpa terjebak logika-logika birokrasi,” tambahnya. 

Prof. Hariyono turut mengapresiasi ajang kreativitas tersebut dengan memberikan kebijakan khusus bagi mahasiswa peserta ASFW 2026 untuk tidak diwajibkan menyusun skripsi sebagai tugas akhir. Meski demikian, mahasiswa tetap diperbolehkan memilih jalur skripsi apabila menghendaki.

Melalui langkah ini, UM turut memperkuat jejaring fashion internasional serta mendorong kreativitas industri mode berdaya saing global dengan tetap memperhatikan unsur lokal. 

Puncak perhelatan ASFW 2026 dilaksanakan pada Minggu (10/5/2026) di Graha Cakrawala, UM. Malam meriah ini menghadirkan kolaborasi 23 perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Desain Mode Indonesia (IMODEA), juga peserta internasional dari Jepang, Turki, dan Malaysia. (*)

Sumber//https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/589700/rektor-um-menepis-stigma-generasi-strawberry