Pulau Jawa Penduduk Miskin Terbesar
Pulau Jawa Penduduk Miskin Terbesar
Hasil Riset Guru Besar FIS UB Prof Dr I Nyoman Ruja
MALANG POST – Prof. Dr. I Nyoman Ruja, S.U., dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dengan mengangkat subtopik “Menyoroti Isu Strategis
Kemiskinan Ekstrem di Pedesaan”.
Prof. Nyoman menegaskan pentingnya kajian sosiologi pedesaan dalam memahami kompleksitas kehidupan masyarakat desa.
“Sosiologi pedesaan mengkaji struktur sosial, hubungan sosial, serta proses perubahan sosial. Studi ini bertujuan memahami pola
kehidupan pedesaan, termasuk pengelolaan sumber daya alam, sosial, budaya, ekonomi,dan politik,” urainya
Ia juga menjelaskan bahwa kemiskinan ekstrem sering diperburuk oleh lemahnya modal sosial di pedesaan. Minimnya
solidaritas dan kerja sama antar warga menjadi salah satu hambatan dalam memperbaiki kondisi ekonomi.
“Kemiskinan ekstrem terjadi ketika individu atau kelompok hidup dengan pendapatan minim, sehingga kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, tempat tinggal layak, dan layanan kesehatan
tidak terpenuhi,” tegasnya.
Riset yang dipaparkan Prof. Nyoman mengungkap peta kemiskinan Indonesia tahun 2024.
Menurutnya Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbesar,mencapai 13,24 juta orang, sementara Kalimantan memiliki penduduk miskin
terendah, sebanyak 0,94 juta orang. Ia juga mengidentifikasi penyebab kemiskinan di desa, termasuk kurangnya akses pendidikan, pelatihan, dan teknologi.
Sebagai solusi, Prof. Nyoman merekomendasikan berbagai langkah, seperti peningkatan pendidikan, pemberdayaan
ekonomi, inovasi teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan pendekatan berbasis bukti.
Sosial (FIS) resmi dikukuhkan “Langkah-langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam
mendukung pengentasan kemiskinan di segala bentuk dan tempat,” ujarnya.
Dengan kontribusi riset ini, UM melalui guru besarnya telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

