Perkuat Riset dan SDGs, UM Raih Rp600 Juta

Perkuat Riset dan SDGs, UM Raih Rp600 Juta

23 Oct 2025 – 15:51 Malang
KBRN, Malang : Universitas Negeri Malang (UM) semakin mantap memperkuat riset dan pengelolaan Sustainable Development Goals (SDGs) setelah berhasil memperoleh dana Education for International University Impact and Recognition (Equity) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp600 juta. Program ini merupakan bagian dari skema Times Higher Education Impact Ranking (THE IR).
 
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., menjelaskan bahwa program Equity merupakan kelanjutan dari World Class University (WCU) yang kini berganti nama mulai tahun 2025–2026. 
Perkuat Riset dan SDGs, UM Raih Rp600 Juta

Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. (Foto: Istimewa)

 
“Tahun ini, sebanyak 16 perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) menerima total dana Rp12,5 miliar, dan UM menjadi salah satu dari tiga perguruan tinggi yang memperoleh tambahan alokasi dana,” katanya, Kamis (23/10/2025).
 
Menurut Prof. Markus, penggunaan dana Equity telah ditentukan oleh Kemendikbudristek. Minimal 25 persen wajib dialokasikan untuk penelitian, namun di UM porsinya bisa mencapai 40–50 persen.
 
“Maka dalqm bidang penelitian, UM diwajibkan melakuakn Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) bersama tujuh PTN-BH dengan reputasi publikasi internasional,” ujarnya. 
 
UM menargetkan untuk bisa berkolaborasi dengan PTN-BH yang publikasinya sudah berada di Q1, sedangkan UM di Q2. 
 
“Kolaborasi juga harus melibatkan perguruan tinggi di luar 16 PTN-BH penerima Equity,” jelasnya.
 
Selain riset, dana Equity juga difokuskan untuk memperkuat SDG Center dalam pengembangan kelembagaan. Saat ini, UM telah memiliki platform sustainability.um.ac.id yang memuat program Green Matrix dan Green Campus di bawah koordinasi Pusat Lingkungan, Mitigasi, dan Kebencanaan.
“SDG Center ini diharapkan mampu mengelola data yang berkaitan dengan THE Impact Ranking, terutama pada indikator SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. UM memiliki banyak aktivitas seperti KKN, pengabdian, penelitian, student mobility, dan asistensi mengajar, namun datanya belum terintegrasi optimal,” kata dia.

Bersama Bidang IV, LPPM UM kini tengah menyiapkan dashboard dan regulasi berbasis peraturan rektor agar data riset dan pengabdian lebih terpadu, serta mengajukan research grant yang melibatkan mahasiswa pascasarjana. 
 
“Targetnya tinggi, dosen yang terlibat wajib bergelar doktor atau profesor,” tegas Prof. Markus.
Dengan dukungan dana Equity THE IR ini, UM optimistis mampu memperkuat riset, pengabdian, dan keberlanjutan kampus, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
 
Sumber//https://rri.co.id/iptek/1921572/perkuat-riset-dan-sdgs-um-raih-rp600-juta