Mahasiswa Dituntut Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Mahasiswa Dituntut Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Oleh: Hanum OktaviaEditor: Syamsuddin 18 Sep 2025 – 12:41Malang
KBRN, Malang : Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan derasnya arus transformasi digital, mahasiswa dituntut untuk lebih adaptif dalam menghadapi perubahan. Hal ini disampaikan Rulli Setiawan, Direktur Network and Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dalam kuliah tamu bertajuk “Unlocking Business Opportunities Amidst Global Economic Shifts and Digital Transformation” di Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (18/9/2025).
Di hadapan ratusan mahasiswa, Rulli mengungkapkan kondisi ekonomi global saat ini menghadapi tekanan besar akibat konflik yang terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari perang Rusia–Ukraina, ketegangan Israel–Palestina, hingga konflik di Timur Tengah. Situasi ini, ditambah kebijakan tarif di berbagai negara, membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 turun menjadi 3,3 persen.
“Teknologi memang memberi peluang luar biasa, tapi di saat yang sama juga membawa ancaman. Perubahan perilaku konsumen menuju digital menuntut kita semua untuk lebih siap menghadapi dunia yang serba cepat,” jelasnya.
Rulli memaparkan, Indonesia kini menempati urutan ketiga pengguna internet terbesar di dunia, dengan rata-rata penggunaan mencapai 7 jam 22 menit per hari. Sebanyak 82,7 persen masyarakat menggunakan internet untuk mencari informasi.
“Perubahan ini juga berdampak signifikan pada pola transaksi keuangan, di mana penggunaan uang elektronik dan mobile banking meningkat, sementara transaksi lewat ATM dan kartu kredit menurun,” ungkap Rulli.
Menurutnya, perbankan dituntut semakin adaptif. BTN sendiri terus mendorong transformasi digital, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga menjangkau gaya hidup generasi muda, termasuk melalui kegiatan olahraga, fashion, hingga kolaborasi bersama kampus.
“Gen Z menjadi mayoritas pengguna layanan digital kami, mencapai 80 persen. Maka pendekatan ke mereka tidak bisa hanya lewat layanan keuangan, tetapi juga lewat lifestyle yang relevan,” ujarnya.
Di hadapan mahasiswa UM, Rulli menekankan pentingnya membekali diri dengan wawasan global, jiwa kewirausahaan, literasi digital, serta kemampuan berjejaring. Mahasiswa, lanjutnya, juga perlu mengintegrasikan nilai keberlanjutan dan mengasah softskill adaptif agar mampu menghadapi perubahan.
“Kami berharap mahasiswa bisa belajar bukan hanya dari kampus, tetapi juga dari praktisi. BTN siap menjadi mitra untuk mendukung literasi keuangan, perbankan, dan ekonomi, bahkan membuka peluang bagi lulusan terbaik untuk berkarya bersama kami,” ungkapnya.
Kuliah tamu ini menjadi bagian dari sinergi BTN dengan dunia pendidikan, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun masa depan ekonomi yang tangguh di era digital.
Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Hariyono, menegaskan pentingnya peran kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri dan perbankan dalam membangun ekonomi yang inklusif dan kreatif.
“Kemitraan dengan lembaga perbankan, telah memberikan dampak nyata bagi mahasiswa UM. Salah satunya melalui program UM Super yang didukung BTN, pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, hingga fasilitasi pengembangan usaha mahasiswa,” tandasnya.
Sumber//https://rri.co.id/malang/iptek/1840652/mahasiswa-dituntut-siap-hadapi-tantangan-ekonomi-global


