Mahasiswa UB dan UM Bergabung dalam Program Summer Camp di Guangxi Normal University

Mahasiswa UB dan UM Bergabung dalam Program Summer Camp di Guangxi Normal University
 
Malang Raya – 30 Jul 2025, 15:34 WIB

MALANGRAYA.CO – Sebanyak 13 mahasiswa lintas jurusan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang bersama satu dosen pendamping mengikuti program Summer Camp bertema “Exploring Guilin’s Landscape and Reading Modern China” di Guangxi Normal University, Guilin, Tiongkok. Kegiatan ini berlangsung sejak 15 Juli hingga 28 Juli 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.
 
Program ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Tiongkok dan diikuti oleh peserta dari berbagai universitas di Indonesia, termasuk mahasiswa UB dan Universitas Negeri Malang (UM).
 
Para mahasiswa UB yang mengikuti program berasal dari berbagai fakultas, sementara dosen pendamping adalah Diah Ayu Wulan, dosen Program Studi Sastra China Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB.
 
“Program ini bukan hanya tentang jalan-jalan atau wisata, tapi pengalaman imersif dalam kebudayaan Tiongkok kontemporer dan klasik,” kata, Diah Ayu Wulan dalam keterangannya dari Guilin.

 
Selama dua pekan penuh, peserta tinggal di asrama kampus Guangxi Normal University dan memperoleh uang saku sebesar 560 Kuai.
 
Mereka mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti kuliah budaya, lokakarya seni, serta kunjungan lapangan ke situs sejarah, komunitas lokal, dan kawasan alam khas Guilin.
 
Agenda Summer Camp dikemas dalam bentuk interaktif, mulai dari pengenalan seni bela diri tradisional Tiongkok, tarian tradisional Cina, kaligrafi Mandarin, hingga pembelajaran langsung mengenai huruf Han, sejarah, geografi, dan relasi antar-etnis di Tiongkok.
 
Sebagian besar kegiatan dilakukan dalam kelas bersama peserta dari UB dan UM. Salah satu momen yang paling berkesan adalah kunjungan ke Sungai Li (Li River), di mana para mahasiswa menyusuri sungai legendaris tersebut dengan kapal wisata.
 
Selain itu, mereka juga mendatangi museum kota Guilin, komunitas tradisional di desa Ceyun dan Cungfeng, serta mengunjungi pabrik lokal sebagai bagian dari pemahaman tentang sistem ekonomi dan budaya kerja di Tiongkok.
 
“Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari latar belakang berbeda dalam suasana kolaboratif yang penuh pembelajaran lintas budaya,” jelas. Diah.
 
Program ini juga memberi ruang kepada mahasiswa untuk mengikuti kuliah langsung dari dosen Guangxi Normal University mengenai struktur bahasa Mandarin, penulisan karakter Han, dan dinamika masyarakat multi-etnis Tiongkok masa kini.
 
Tak hanya memperkaya pengetahuan akademik, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antarbudaya yang setara.
 
Seluruh peserta juga mengikuti sesi penutupan pada 27 Juli 2025, sebagai simbol berakhirnya kegiatan, sekaligus pengikat semangat persahabatan antarbangsa.
 
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Guangxi Normal University dan Fakultas Ilmu Budaya UB. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari diplomasi budaya yang terus tumbuh dalam kerangka hubungan Indonesia-Tiongkok.
 
“Ini menjadi jembatan budaya yang efektif, karena mahasiswa menjadi duta yang belajar langsung dari sumbernya, lalu membawa pulang pengalaman itu untuk dibagikan di Tanah Air,” ungkap Diah Ayu Wulan.
 
Melalui pendekatan pertukaran kebudayaan seperti ini, mahasiswa tak hanya belajar dari buku, tetapi juga mengalami langsung dinamika kebudayaan global. Ini bukan sekadar summer camp, tapi langkah kecil menuju pemahaman antarbangsa yang lebih dalam.(bim)***

Sumber//https://malangraya.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-3629535297/mahasiswa-ub-dan-um-bergabung-dalam-program-summer-camp-di-guangxi-normal-university?page=all