{"id":5843,"date":"2018-08-07T13:43:50","date_gmt":"2018-08-07T06:43:50","guid":{"rendered":"http:\/\/kliping.um.ac.id\/?p=5843"},"modified":"2018-08-07T13:43:50","modified_gmt":"2018-08-07T06:43:50","slug":"mohammad-ervan-mahasiswa-um-peraih-prestasi-catur-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/mohammad-ervan-mahasiswa-um-peraih-prestasi-catur-internasional\/","title":{"rendered":"Mohammad Ervan, Mahasiswa UM Peraih Prestasi Catur Internasional"},"content":{"rendered":"<div style=\"width: 800px;\" class=\"wp-video\"><video class=\"wp-video-shortcode\" id=\"video-5843-1\" width=\"800\" height=\"450\" preload=\"metadata\" controls=\"controls\"><source type=\"video\/webm\" src=\"http:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/WEB_4.webm?_=1\" \/><a href=\"http:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/WEB_4.webm\">http:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/WEB_4.webm<\/a><\/video><\/div>\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span12\">\n<div class=\"td-post-header\">\n<header class=\"td-post-title\">\n<h1 class=\"entry-title\" style=\"text-align: center;\">Dari Pos Ronda menuju Level Dunia<\/h1>\n<div><a href=\"http:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018.pdf\">Do9wnload Jawa Pos Radar Malang 7 Agustus 2018<\/a><\/div>\n<div class=\"td-module-meta-info\"><span class=\"td-post-date td-post-date-no-dot\"><time class=\"entry-date updated td-module-date\" datetime=\"2018-08-07T11:45:30+00:00\">7 August 2018 11:45 am<\/time><\/span><\/div>\n<\/header>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"td-pb-row\">\n<div class=\"td-pb-span8 td-main-content\" role=\"main\">\n<div class=\"td-ss-main-content\">\n<div class=\"td-post-content\">\n<p>Di Indonesia, tak banyak pecatur yang menyandang gelar internasional FIDE Master. Bahkan, di Malang Raya ini, Mohammad Ervan mungkin menjadi satu-satunya. Usaha keras seperti apa yang dilalui Ervan untuk meraih itu?<\/p>\n<p>Minggu-minggu ini jadi fase sibuk bagi Mohammad Ervan. Tak hanya wira-wiri menyiapkan Liga Catur Antar Klub di kawasan Jalan Veteran, Minggu lalu (5\/7), Ervan juga tengah bersiap untuk mengikuti kejuaraan internasional.<\/p>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"entry-thumb aligncenter\" title=\"Penang Open Malaysia 2016 (2)\" src=\"http:\/\/www.radarmalang.id\/file\/2018\/08\/Penang-Open-Malaysia-2016-2-696x556.jpg\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" srcset=\"http:\/\/www.radarmalang.id\/file\/2018\/08\/Penang-Open-Malaysia-2016-2-696x556.jpg 696w, http:\/\/www.radarmalang.id\/file\/2018\/08\/Penang-Open-Malaysia-2016-2-300x240.jpg 300w, http:\/\/www.radarmalang.id\/file\/2018\/08\/Penang-Open-Malaysia-2016-2-526x420.jpg 526w, http:\/\/www.radarmalang.id\/file\/2018\/08\/Penang-Open-Malaysia-2016-2.jpg 720w\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"556\" \/><\/div>\n<div class=\"td-g-rec td-g-rec-id-content_inline td_uid_18_5b692437d6783_rand td_block_template_4 \"><\/div>\n<p>Dalam waktu dekat, Ervan bakal membawa nama Indonesia pada ajang 15th Malaysian Chess Festival. Kejuaraan itu digelar di Malaysia, 17\u201327 Agustus mendatang. Ini adalah untuk kesekian kalinya, Ervan berkiprah di ajang internasional.<\/p>\n<p>Namun, jauh sebelum menapaki level itu, Ervan mesti memulainya dari nol. Bakatnya terasah dari sebuah pos ronda di kampung halamannya, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.<\/p>\n<p>Kala itu, Ervan masih duduk di bangku kelas 1 SD. Pos ronda itu lokasinya tak jauh dari rumah. \u201dAwalnya saya sering lihat orang main catur saat ronda,\u201d kata alumnus SDN 1 Karanganyar ini.<\/p>\n<div id=\"attachment_5845\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5845\" class=\"size-medium wp-image-5845\" src=\"http:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018-300x165.jpg\" alt=\"Jawa Pos Radar Malang 7 Agustus 2018\" width=\"300\" height=\"165\" srcset=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018-300x165.jpg 300w, https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018-1280x705.jpg 1280w, https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018.jpg 1535w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-5845\" class=\"wp-caption-text\">Jawa Pos Radar Malang 7 Agustus 2018<\/p><\/div>\n<p>Ketertarikan itu pun muncul. Karena itu, ketika di rumah, Ervan minta diajari ayahnya, Suparjo. Tiap kali berlatih bersama, sang ayah biasa bermain tanpa formasi pion yang lengkap. Kadang tanpa menteri, atau tanpa benteng.<br \/>\nYa, awalnya Ervan memang tidak diperhitungkan. Tapi justru itu yang membuatnya termotivasi.<\/p>\n<p>Ervan kecil terus mengasah kemampuannya. Hingga akhirnya sang ayah mau tak mau harus menggunakan formasi pion lengkap.<br \/>\nMakin hari, Ervan kecil<\/p>\n<div id=\"attachment_5844\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5844\" class=\"size-medium wp-image-5844\" src=\"http:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018.-300x240.jpg\" alt=\"Jawa Pos Radar Malang 7 Agustus 2018\" width=\"300\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018.-300x240.jpg 300w, https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018.-1280x1024.jpg 1280w, https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Jawa-Pos-Radar-Malang-7-Agustus-2018..jpg 1490w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-5844\" class=\"wp-caption-text\">Jawa Pos Radar Malang 7 Agustus 2018<\/p><\/div>\n<p>makin menggilai catur. Dia begitu bersemangat ketika ada orang yang mengajaknya bermain catur.<br \/>\nErvan masih ingat, dulu dia biasa bermain dengan tukang becak di pangkalan. \u201dJadi, belum melepas seragam, saya sudah diajak main,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<div class=\"google-auto-placed ap_container\"><\/div>\n<p>Biasanya, Ervan baru pulang ke rumah sore hari, setelah puas menantang orang yang kebanyakan usianya lebih tua darinya. Demi meningkatkan level permainnya, Ervan bergabung dengan Kuda Lari, klub catur di Kabupaten Probolinggo.<\/p>\n<p>Menginjak kelas IV SD, Ervan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2003 di Pamekasan. \u201dSebelum tahun 2003 itu, sebenarnya saya sudah ingin ikut kejuaraan. Tapi tidak ada penjaringan pecatur untuk kelas junior. Alhasil, saya harus ikut kelas senior,\u201d ujar pemuda 26 tahun ini.<\/p>\n<p>Pada event pertamanya itu, Ervan langsung menyabet medali emas. \u201dBegitu jadi juara Kejurprov, ayah bukan lawan saya lagi,\u201d kelakar dia. Kiprahnya berlanjut ke jenjang lebih tinggi, Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Mulai dari Kejurnas yang digelar di Surabaya, Karawang, Tarakan, hingga Batam.<\/p>\n<p>Sadar bahwa tantangan di tingkat nasional lebih berat, Ervan berlatih lebih giat. Dia juga banyak belajar dari pecatur dunia Garry Kasparov dan Bobby Fischer melalui buku.<\/p>\n<p>Kemudian, sejak 2008, dia mendapatkan kepercayaan untuk mewakili negara di ajang internasional. Termasuk SEA Games 2013. \u201dPada Pelatnas Sea Games itulah, untuk kali pertama saya punya pelatih,\u201d ujar dia. Hasilnya, Ervan meraih medali perak.<\/p>\n<p>Di tahun yang sama, Ervan mendapatkan gelar FIDE Master. Ini merupakan gelar yang diberikan oleh federasi catur dunia, Federation Internationale des Echecs (FIDE).<\/p>\n<p>Gelar ini satu tingkat di bawah master internasional. Sementara gelar tertinggi untuk pecatur adalah grand master.<br \/>\nBerdasarkan pemeringkatan FIDE, Ervan menempati urutan 12 dari 100 pecatur Indonesia. Rating Ervan 2.354. Sedangkan rating tertinggi diduduki Grand Master Susanto Megaranto (2.516).<\/p>\n<p>Skala rating maksimal untuk pecatur adalah 3.000. \u201dKalau yang benar-benar kuat ada yang bisa mencapai 3.000. Tapi saya rasa belum pernah ada yang mencapai itu,\u201d tambah bungsu dari tiga bersaudara tersebut.<\/p>\n<p>Pada kejuaraan di Malaysia, 17 Agustus mendatang, dia berharap bisa meraih titel master internasional, meningkatkan gelarnya dari sebelumnya yang merupakan FIDE Master. \u201dSaat ini, saya sudah mendapat dua norma tahun 2013 dan 2016, tinggal satu lagi,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, syarat untuk meningkatkan gelar adalah memiliki tiga norma gelar secara beruntun setelah mengalahkan master-master atau bahkan grand master lainnya.<\/p>\n<p>\u201dSebab, jika performanya tidak stabil, maka seseorang itu tidak berhak mendapat gelar tersebut,\u201d terang pemuda kelahiran 15 Mei 1992 itu.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, tim Jawa Timur akan mewakili Indonesia di ajang 15th Malaysian Chess Festival pada tanggal 17\u201327 Agustus mendatang. Ervan sendiri akan terjun pada nomor individu maupun kelompok. Mampukah Ervan meraih gelar juara? Kita tunggu saja.<\/p>\n<p><em>Sumber dari: http:\/\/www.radarmalang.id\/mohammad-ervan-mahasiswa-um-peraih-prestasi-catur-internasional\/<\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari Pos Ronda menuju Level Dunia Do9wnload Jawa Pos Radar Malang 7 Agustus 2018 7 August 2018 11:45 am Di Indonesia, tak banyak pecatur yang menyandang gelar internasional FIDE Master. Bahkan, di Malang Raya ini, Mohammad Ervan mungkin menjadi satu-satunya. Usaha keras seperti apa yang dilalui Ervan untuk meraih itu? Minggu-minggu ini jadi fase sibuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[3,6,9],"class_list":["post-5843","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","tag-berita","tag-berita-online","tag-media-cetak-jawa-pos-radar-malang"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5843"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5847,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5843\/revisions\/5847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}