{"id":19610,"date":"2026-06-03T10:17:18","date_gmt":"2026-06-03T03:17:18","guid":{"rendered":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/?p=19610"},"modified":"2026-06-03T10:17:18","modified_gmt":"2026-06-03T03:17:18","slug":"peta-persaingan-mandiri-um-5-prodi-pendidikan-ini-sediakan-kuota-tersempit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/peta-persaingan-mandiri-um-5-prodi-pendidikan-ini-sediakan-kuota-tersempit\/","title":{"rendered":"Peta Persaingan Mandiri UM: 5 Prodi Pendidikan Ini Sediakan Kuota Tersempit"},"content":{"rendered":"<h1>Peta Persaingan Mandiri UM: 5 Prodi Pendidikan Ini Sediakan Kuota Tersempit<\/h1>\n<p><span data-accent-color=\"gray\"> Jun 2026 | 18:27 WIB<\/span><\/p>\n<p><strong>MALANG, RADAR MALANG<\/strong> \u2013 Persaingan memperebutkan kursi jalur mandiri di Universitas Negeri Malang (UM) tahun ini diprediksi berlangsung sengit. Berdasarkan analisis alokasi daya tampung terbaru, rumpun pendidikan menunjukkan pengetatan kuota yang signifikan dengan porsi Mandiri di beberapa prodi berada di bawah 20 persen.<\/p>\n<p>Peta alokasi ini membantu mahasiswa mengukur peluang kelulusan sebelum melakukan pendaftaran. Pasalnya, keterbatasan kuota ini otomatis mempersempit pintu masuk reguler terakhir menuju kampus eks-IKIP Malang tersebut.<\/p>\n<p>Berikut adalah urutan lima prodi rumpun pendidikan di UM jalur mandiri dengan porsi daya tampung tersempit.<\/p>\n<h3><strong>1. S1 Pendidikan Nonformal<\/strong><\/h3>\n<p>Prodi ini mencatatkan porsi alokasi terkecil, di mana kuota Jalur Mandiri hanya dipatok sebesar 18,3 persen dari total daya tampung prodi.<\/p>\n<h3><strong>2. S1 Pendidikan Fisika<\/strong><\/h3>\n<p>Sama ketatnya dengan Pendidikan Nonformal, rumpun sains ini juga hanya mencadangkan 18,3 persen kursi untuk calon mahasiswa baru di jalur seleksi mandiri.<\/p>\n<h3><strong>3. S1 Pendidikan Kimia<\/strong><\/h3>\n<p>Berada tipis di atas rumpun fisika, S1 Pendidikan Kimia mengunci alokasi jalur mandiri di angka 18,4 persen dari keseluruhan daya tampung yang tersedia tahun ini.<\/p>\n<h3><strong>4. S1 Pendidikan Bahasa Arab<\/strong><\/h3>\n<p>Untuk klaster bahasa dan sastra, Pendidikan Bahasa Arab membatasi akses mandiri dengan hanya menyediakan porsi sebesar 18,8 persen dari total daya tampung prodi.<\/p>\n<h3><strong>5. S1 Pendidikan Teknik Otomotif<\/strong><\/h3>\n<p>Menjadi yang paling longgar di kelompok lima besar ini, Pendidikan Teknik Otomotif mengalokasikan kuota Mandiri sebesar 21,4 persen untuk diperebutkan peserta.<\/p>\n<p>Penentuan porsi ini disesuaikan dengan evaluasi daya tampung nasional dan kapasitas rasio dosen mahasiswa. Data alokasi kuota yang minim ini menegaskan pentingnya strategi matang bagi para pendaftar. Mengetahui tingkat keterbatasan daya tampung sejak awal membantu calon mahasiswa memilih prodi secara lebih realistis dan terukur pada Jalur Mandiri UM.<\/p>\n<p><span style=\"color: #008080;\"><em>Sumber\/\/https:\/\/radarmalang.jawapos.com\/pendidikan\/2606020024\/peta-persaingan-mandiri-um-5-prodi-pendidikan-ini-sediakan-kuota-tersempit<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peta Persaingan Mandiri UM: 5 Prodi Pendidikan Ini Sediakan Kuota Tersempit Jun 2026 | 18:27 WIB MALANG, RADAR MALANG \u2013 Persaingan memperebutkan kursi jalur mandiri di Universitas Negeri Malang (UM) tahun ini diprediksi berlangsung sengit. Berdasarkan analisis alokasi daya tampung terbaru, rumpun pendidikan menunjukkan pengetatan kuota yang signifikan dengan porsi Mandiri di beberapa prodi berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19611,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,15],"tags":[],"class_list":["post-19610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-online","category-home"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19610"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19612,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19610\/revisions\/19612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}