{"id":18236,"date":"2025-12-22T13:12:34","date_gmt":"2025-12-22T06:12:34","guid":{"rendered":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/?p=18236"},"modified":"2025-12-22T13:12:34","modified_gmt":"2025-12-22T06:12:34","slug":"marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/","title":{"rendered":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme"},"content":{"rendered":"<div class=\"entry-header\">\n<h1 class=\"jeg_post_title\">Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme<\/h1>\n<div class=\"jeg_meta_container\">\n<div class=\"jeg_post_meta jeg_post_meta_1\">\n<div class=\"meta_left\">22 Desember 2025<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"content-inner \">\n<p><strong>MALANG, Tugujatim.id \u2013<\/strong> Marak terjadi kasus pencurian celana dalam wanita di beberapa lokasi yang membuat resah masyarakat. Tercatat kasus secara intens terjadi di beberapa daerah termasuk Gresik, Tuban, Boyolali, Probolinggo, dan daerah lainnya.<\/p>\n<p>Dosen Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Mohammad Said, S.Psi., M.Psi., menilai fenomena tersebut berkaitan dengan faktor psikologis pelaku dan bukan hanya sekadar tindakan kriminal.<\/p>\n<p>Tindakan ini merupakan perilaku\u00a0 menyimpang.yang dalam kajian psikologi dikategorikan sebagai fetisisme atau parafilia.<\/p>\n<p>\u201cPertama, Kita perlu pahami bahwa ini adalah bentuk perilaku yang memang bisa disebut menyimpang. Kalau dalam istilah yang sering kita ketahui, ada istilah yang namanya fetisisme atau parafilia,\u201d ujar Mohammad Said,\u00a0 yang juga sekaligus sekretaris Departemen Psikologi UM, Selasa (16\/12\/2025).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, fetisisme sendiri berasal dari kata fetish yaitu menghamba atau sangat menyukai objek tertentu dan menjadikan benda tersebut sebagai objek kesukaan. Dalam kasus ini, objek tersebut adalah pakaian dalam itu sendiri yang pelaku gunakan untuk menyalurkan ketertarikan seksualnya.<\/p>\n<p>\u201cBisa diartikan lebih lanjut bahwa seseorang itu memiliki ketertarikan seksual dan dia menyalurkan ketertarikan seksualnya itu kepada suatu atau melalui suatu objek yang dianggap menarik secara seksual,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Hal ini terjadi karena pelaku tidak bisa menyalurkan ketertarikan seksualnya secara wajar, contohnya dengan pasangannya. Maka dari itu, objek-objek yang tidak wajar ini, termasuk pakaian dalam, menjadi pelampiasan dan medium mereka untuk menyalurkan ketertarikan seksual mereka.<\/p>\n<p>\u201cDia tidak bisa menyalurkannya secara wajar sehingga dia menyalurkan dengan cara yang tidak wajar, yaitu lewat objek-objek seksual yang agak aneh, seperti pakaian dalam itu misalnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h2>Penjelasan Psikologis tentang Perilaku Pencurian Pakaian Dalam<\/h2>\n<p>Perilaku fetisisme ini adalah perilaku penyaluran ketertarikan seksual melalui objek yang tidak wajar. Karena adanya kata \u2018tidak wajar\u2019 di sini, maka pelaku dari pencurian ini bisa dikategorikan sebagai abnormal atau menyimpang, dengan kata lain pelaku pencurian ini memiliki gangguan mental.<\/p>\n<p>\u201cJadi, ini ya jelas termasuk dalam kategori gangguan psikologis yang memang perlu penanganan secara khusus dan bisa jadi harus melibatkan orang-orang profesional disitu,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Dalam psikologi ada yang namanya perasaan kontrol. Ketika pelaku mendapatkan pakaian dalam seseorang, ia akan merasakan kontrol dominasi terhadap objek tersebut dan objek tersebut menjadi medium untuk menyalurkan fantasi seksualnya.<\/p>\n<p>\u201cDia bebas berkreasi, berimajinasi, berfantasi tadi terhadap objeknya itu lewat simbol pakaian dalam itu dan imajinasi terkait dengan pemiliknya tentunya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menjelaskan bahwa kunci yang menjadi pendorong seseorang untuk mencuri pakaian dalam orang lain adalah fantasi atau imajinasi mereka sendiri. Ketika mereka mencuri pakaian dalam seseorang, mereka akan memiliki imajinasi atau fantasi seksual terhadap pemilik objek tersebut.<\/p>\n<p>Karena itulah kenapa mereka mencuri milik orang lain, alih-alih membeli sendiri atau menggunakan pakaian dalam mereka sendiri.<\/p>\n<p>\u201cJadi, itu kenapa seseorang itu mencuri karena mencuri kan berarti milik seseorang, pasti dia sudah tahu siapa, seperti apa dan disitulah dia berimajinasi lewat pakaian dalam itu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<h2>Faktor Penyebab Perilaku Pencurian Pakaian Dalam<\/h2>\n<p>Menurut Said, ada dua faktor yang mendorong munculnya perilaku pencurian pakaian dalam, yaitu paparan media yang mengandung aspek-aspek pornografi atau seksual dan faktor personal.<\/p>\n<p>Zaman sekarang dimana akses ke internet semakin terbuka membuat akses ke media atau konten yang bersifat pronografi juga semakin mudah. Dengan banyaknya paparan konten pornografi, ketertarikan seksual seseorang akan semakin meningkat.<\/p>\n<p>Karena mereka tidak bisa menyalurkan ketertarikan seksual tersebut secara wajar, itu akan memunculkan fantasi seksual pada seseorang. Pada akhirnya, objek-objek seperti pakaian dalam ini lah yang akan menjadi pelampiasan fantasi seksual mereka.<\/p>\n<p>\u201cKetika seseorang itu sering terpapar dengan konten-konten pornografi, kemudian mungkin bisa jadi muncul fantasi-fantasi seksual tertentu yang akhirnya membuat dia itu karena tidak bisa menyalurkannya secara wajar maka akhirnya dia melampiaskannya dalam bentuk fetisisme itu kepada objek yang menyimpulkan seksualitas itu tadi,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Selain faktor media, faktor personal juga turut berpengaruh. Individu yang tertutup secara sosial akan lebih kesulitan untuk membangun hubungan dengan lawan jenisnya, sehingga mereka mencari jalan pintas yang dapat membantu mereka melampiaskan dorongan seksualnya.<\/p>\n<p>\u201cAda orang yang kepribadiannya itu lebih tertutup sehingga dia malu untuk berinteraksi dengan orang lain. Dia merasa tidak mampu menyalurkannya secara wajar, sehingga dia merasa seperti inilah cara yang bisa dia lakukan untuk melampiaskan ketertarikan seksualnya itu,\u201d paparnya.<\/p>\n<h2>Tahapan Psikologis hingga Pelaku Melakukan Pencurian<\/h2>\n<p>Said juga menjelaskan tahapan bagaimana seseorang bisa memutuskan untuk mencuri pakaian dalam orang lain.<\/p>\n<p>Pertama, pelaku mengevaluasi dirinya sendiri. Dia itu sosok yang seperti apa? Apakah dia mampu membangun hubungan atau menyalurkan ketertarikan seksual itu secara wajar, seperti menikah, membangun keluarga, hingga melakukan hubungan suami istri?<\/p>\n<p>\u201cDia pasti pertama melihat dirinya. Dia mengevaluasi diri lah kira-kira sebutnya gitu ya,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Kemudian, faktor-faktor yang sudah disebutkan tadi, termasuk paparan konten pornografi, juga mentrigger pelaku untuk segera menyalurkan ketertarikan seksualnya. Dengan paparan konten pornografi yang terus menerus itu akhirnya membuat kehilangan rasionalitas yang mendorong untuk mencari cara apapun yang bisa mereka lakukan.<\/p>\n<p>\u201cKarena secara biologis tadi, paparan terhadap media itu, konten-konten pornografi itu semakin banyak, dan terus mendorong dia secara biologis untuk menyalurkannya, menyalurkan, sehingga kemudian membuat dia sulit untuk berpikir rasional,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Dengan pikiran yang tidak bisa berjalan dengan rasional, maka muncullah pikiran-pikiran liar, termasuk mencuri pakaian dalam tersebut. Dengan adanya orang yang menjemur pakaian di tempat terbuka, mereka melihat seperti itu ada kesempatan untuk mereka, maka terjadilah kasus pencurian pakaian dalam ini.<\/p>\n<p>\u201cKetika dia sudah tidak bisa menahannya, melihat situasi yang memungkinkan situasionalitasnya, sehingga dia melihat ada kesempatan, ya dia melakukan itu juga,\u201d tandasnya.<\/p>\n<h2>Upaya Pencegahan dari Sisi Korban<\/h2>\n<p>Dari sisi korban sebagai seseorang yang diambil barang pribadinya, hal yang perlu diperhatikan adalah dengan membatasi agar peristiwa seperti ini tidak terjadi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menjemur pakaian di lokasi yang tertutup.<\/p>\n<p>\u201cJustru kita yang harus aware dan sadar ya bahwa hal sepele seperti menjemur pakaian dalam bisa mengundang hal tersebut, jadi kita harus membatasi diri lebih waspada kira-kira sebagai korban,\u201d sarannya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa fenomena ini murni karena dorongan personal, yaitu tidak ada kerugian material maupun mental pada korbannya. Namum, itu juga tidak menutup kemungkinan untuk pelaku melakukan sesuatu kepada korbannya secara langsung.<\/p>\n<p>Karena itu, untuk mencegah hal ini terjadi, melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti tidak menjemur pakaian dalam di tempat terbuka, menjadi sangat penting.<\/p>\n<p>\u201cJadi bisa jadi mungkin ketika dia merasa ada kesempatan itu, dia akan melakukan serangan seksual terhadap orangnya langsung. Itu juga terkait dengan faktor situasional, dan faktor dianya, personalnya gitu ya. Apakah dia merasa mampu atau tidaknya dan mudah situasinya memungkinkan atau tidaknya melakukan itu,\u201d tutur Said.<\/p>\n<h2>Rekomendasi Penanganan untuk Pelaku<\/h2>\n<p>Selain diproses secara hukum, Said juga berpendapat bahwa juga harus ada pendekatan psikologi yang harus dilakukan. Karena perilaku ini sudah termasuk gangguan mental, maka profesional dari psikologi harus turun tangan dengan melakukan beberapa pendekatan, seperti konseling dan psikoterapi.<\/p>\n<p>\u201cKetika memang harus diproses secara hukum, harus diproses. Tapi secara psikologis, saya melihat pelaku ini ya tetap harus diintervensi secara psikologis, dalam arti yang ditangani secara psikologis terkait dengan penyimpangan tadi perilaku seksualnya itu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan CBT, Cognitive Behavior Therapy atau terapi kognitif pelaku. Metode ini dapat dilakukan untuk mengubah psikologis, pemikiran, perasaan, sikap, hingga perilaku si pelaku.<\/p>\n<p>\u201cItu saya kira harus juga untuk menyembuhkan, dalam tanda kutipan menyembuhkan gangguan mentalnya itu. Jadi, berdampingan lah antara proses hukum dan proses penyembuhan psikologisnya tetap harus dilakukan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<h2>Langkah Pencegahan<\/h2>\n<p>Untuk mencegah adanya pelaku pencurian pakaian dalam lainnya, Said menjelaskan langkah langkah yang bisa diambil, salah satunya adalah pendidikan seksual dari keluarga.<\/p>\n<p>Pendidikan seksualitas ini tidak hanya berfokus pada penjelasan biologis saja, tetapi juga dari faktor sosial.<\/p>\n<p>Orang tua harus mengajarkan kepada anaknya tentang bagaimana membangun interaksi yang wajar antara laki-laki dan perempuan. Bagaimana menjadi laki-laki yang menarik buat perempuan, dan sebaliknya bagaimana menjadi perempuan yang menarik buat laki-laki, dan bagaimana menyalurkan itu secara wajar lewat membangun hubungan antar pasangan dan keluarga.<\/p>\n<p>\u201cKeluarga itu ya akar dari semua permasalahan, maka ya keluarga itu juga akar dari semua solusi. Jadi, pendidikan seksualitas itu, di dalam keluarga itu harus ya dipertegas dan diperjelas, harus dipahami dengan baik, dan dilaksanakan dengan baik oleh setiap keluarga,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Said juga berharap kepada pemerintah, terutama Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk lebih tegas dalam menangani konten-konten pornografi yang beredar di media digital. Hal ini menjadi penting karena konten-konten pornografi menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perilaku menyimpang tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya sih jujur berharap kepada pemerintah itu harus lebih tegas dan lebih masuk lagi dan mengintervensi dunia digital ini terkait dengan konten-konten yang mengarah ke pornografi dan ke hal-hal yang sifatnya seksualitas,\u201d harapnya.<\/p>\n<p><span style=\"color: #008080;\"><em>Sumber\/\/https:\/\/tugujatim.id\/kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-fetis\/<\/em><\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme 22 Desember 2025 MALANG, Tugujatim.id \u2013 Marak terjadi kasus pencurian celana dalam wanita di beberapa lokasi yang membuat resah masyarakat. Tercatat kasus secara intens terjadi di beberapa daerah termasuk Gresik, Tuban, Boyolali, Probolinggo, dan daerah lainnya. Dosen Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18237,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,15],"tags":[],"class_list":["post-18236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-online","category-home"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 4.9.8 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"kliping-um\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 4.9.8\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kliping Berita UM |\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-22T06:12:34+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-22T06:12:34+00:00\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#article\",\"name\":\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM\",\"headline\":\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/author\\\/kliping-um\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Tugujatim_m_said_um-1140x569-1.webp\",\"width\":1140,\"height\":569},\"datePublished\":\"2025-12-22T13:12:34+07:00\",\"dateModified\":\"2025-12-22T13:12:34+07:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Berita Online, Home\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/category\\\/home\\\/#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/category\\\/home\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/category\\\/home\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#listItem\",\"name\":\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/category\\\/home\\\/#listItem\",\"name\":\"Home\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Kliping Berita UM\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/logo.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#organizationLogo\",\"width\":1279,\"height\":243},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#organizationLogo\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/author\\\/kliping-um\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/author\\\/kliping-um\\\/\",\"name\":\"kliping-um\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6783dd5fe87d2008e15b7dd126055c06350ad61d96f7b3ab19ea6917a5a6bb0f?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"kliping-um\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/\",\"name\":\"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/author\\\/kliping-um\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/author\\\/kliping-um\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Tugujatim_m_said_um-1140x569-1.webp\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#mainImage\",\"width\":1140,\"height\":569},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/index.php\\\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-12-22T13:12:34+07:00\",\"dateModified\":\"2025-12-22T13:12:34+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/\",\"name\":\"Kliping Berita UM\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kliping.um.ac.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM","description":"","canonical_url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#article","name":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM","headline":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme","author":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/author\/kliping-um\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Tugujatim_m_said_um-1140x569-1.webp","width":1140,"height":569},"datePublished":"2025-12-22T13:12:34+07:00","dateModified":"2025-12-22T13:12:34+07:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#webpage"},"articleSection":"Berita Online, Home"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kliping.um.ac.id","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/category\/home\/#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/category\/home\/#listItem","position":2,"name":"Home","item":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/category\/home\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#listItem","name":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#listItem","position":3,"name":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/category\/home\/#listItem","name":"Home"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/#organization","name":"Kliping Berita UM","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#organizationLogo","width":1279,"height":243},"image":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#organizationLogo"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/author\/kliping-um\/#author","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/author\/kliping-um\/","name":"kliping-um","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6783dd5fe87d2008e15b7dd126055c06350ad61d96f7b3ab19ea6917a5a6bb0f?s=96&d=mm&r=g","width":96,"height":96,"caption":"kliping-um"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#webpage","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/","name":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/author\/kliping-um\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/author\/kliping-um\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Tugujatim_m_said_um-1140x569-1.webp","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#mainImage","width":1140,"height":569},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/#mainImage"},"datePublished":"2025-12-22T13:12:34+07:00","dateModified":"2025-12-22T13:12:34+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/#website","url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/","name":"Kliping Berita UM","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Kliping Berita UM |","og:type":"article","og:title":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM","og:url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/","og:image":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg","og:image:secure_url":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg","article:published_time":"2025-12-22T06:12:34+00:00","article:modified_time":"2025-12-22T06:12:34+00:00","twitter:card":"summary","twitter:title":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme | Kliping Berita UM","twitter:image":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/logo.jpg"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"18236","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"Article","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-12-22 06:10:51","updated":"2025-12-22 06:27:15","seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/category\/home\/\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tMarak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id"},{"label":"Home","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/category\/home\/"},{"label":"Marak Kasus Pencurian Celana Dalam, Dosen Psikologi UM: Ini Termasuk Gangguan Psikologis Fetisisme","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/marak-kasus-pencurian-celana-dalam-dosen-psikologi-um-ini-termasuk-gangguan-psikologis-fetisisme\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18238,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18236\/revisions\/18238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}