{"id":11348,"date":"2022-04-08T07:42:13","date_gmt":"2022-04-08T00:42:13","guid":{"rendered":"http:\/\/kliping.um.ac.id\/?p=11348"},"modified":"2022-04-08T07:42:13","modified_gmt":"2022-04-08T00:42:13","slug":"um-usulkan-saluran-drainase-di-atas-underpass-blimbing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/um-usulkan-saluran-drainase-di-atas-underpass-blimbing\/","title":{"rendered":"UM Usulkan Saluran Drainase di Atas Underpass Blimbing"},"content":{"rendered":"<header id=\"masthead\" class=\"site-header\">\n<div id=\"breadcrumb\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"breadcrumb-trail breadcrumbs\" role=\"navigation\" aria-label=\"Breadcrumbs\">\u00a0<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/header>\n<div id=\"content\" class=\"site-content \">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row justify-content-center site-content-row\">\n<div id=\"primary\" class=\"col-lg-8 content-area\"><main id=\"main\" class=\"site-main\"><\/p>\n<div class=\"post-64868 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-pemerintahan category-pendidikan tag-malang tag-mengurai-kemacetan tag-underpass-blimbing tag-underpass-kota-malang tag-universitas-negeri-malang\">\n<header class=\"entry-header\">\n<div class=\"entry-meta\">\n<div class=\"date\">7 April 2022\u00a0<\/div>\n<\/div>\n<\/header>\n<div class=\"entry-content\">\n<p><strong>Malang,\u00a0SERU.co.id<\/strong>\u00a0\u2013 Underpass Blimbing Kota Malang membentang sejauh 520 meter dengan kedalaman delapan meter rencananya akan ada yang sedikit berbeda. Lantaran diatas underpass bakal ada saluran drainase yang melintang untuk air hujan sewaktu-waktu terjadi.<\/p>\n<p>Salah satu tim teknis dari Fakultas Tehnik Universitas Negeri Malang (UM), Dr Dwi Siswahyudi MT menuturkan, sudah melalui analisa tim bahwa merencanakan sebuah Supit saluran air atau drainase. Drainase tersebut untuk buangan air agar tidak sampai menggenang dibawah.<\/p>\n<p>\u201cAkhirnya kami sediakan pompa untuk dinaikkan pada drainase sudah ada,\u201d seru Dr Dwi Siswahyudi MT di lantai 9 Graha UM, Kamis (7\/4\/2022).<\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\">\n<div id=\"attachment_64874\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-64874\" class=\"wp-image-64874\" src=\"https:\/\/seru.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-Underpass-melalui-animasi-1024x683.jpg\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" srcset=\"https:\/\/seru.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-Underpass-melalui-animasi-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/seru.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-Underpass-melalui-animasi-300x200.jpg 300w, https:\/\/seru.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-Underpass-melalui-animasi-768x512.jpg 768w, https:\/\/seru.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ilustrasi-Underpass-melalui-animasi.jpg 1200w\" alt=\"Ilustrasi Underpass melalui animasi. (jaz) - UM Usulkan Saluran Drainase di Atas Underpass Blimbing\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><p id=\"caption-attachment-64874\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #999999;\"><em>Ilustrasi Underpass melalui animasi. (jaz)<\/em><\/span><\/p><\/div><br \/>\n<\/figure>\n<\/div>\n<p>Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Tehnik UM ini mengaku tidak bisa membuat drainase dibawah. Sehingga, perlu kontruksi khusus untuk merealisasikan agar tidak ada genangan di underpass tersebut.<\/p>\n<p>\u201cMestinya kedalaman underpass dari 5,1 menjadi 8 meter nanti karena ada drainase itu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Dwi bersama tim dari UM, dari analisa lalu lintas kemacetan akan mengalami penurunan rata-rata 64 persen. Sebab kendaraan yang dari Surabaya ke arah selatan Jalan A Yani Utara ke Selatan ternyata yang melewati underpass hanya 70 untuk mengambil rata-rata.<\/p>\n<p>\u201cTapi yang dari Jalan A Yani Utara karena orang mau ke Surabaya. Kalau ke utara ke selatan paling banyak ke Jalan Borobudur, sehingga kita ambil rata-rata 64 persen,\u201d jelas pria lulusan Doktoral Universitas Brawijaya tahun 2018 ini.<\/p>\n<p>Lain halnya, Rektor UM, Prof Dr AH Rofi\u2019uddin M.Pd mengungkapkan, rekomendasi hasil tinjauan akademis merupakan wujud dari UM untuk membantu mengatasi kemacetan. Karena di Kota Malang agar nyaman dan tinggali terutama dalam lalu lintas.<\/p>\n<p>\u201cItu sudah lengkap ya. Terkait teknisnya disana. Memang UM sampai disitu, berikutnya proses penganggaran dan lainnya ada di Pemkot,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Walikota Malang, Drs H Sutiaji menanggapi rekomendasi tersebut dengan positif termasuk adanya drainase yang melintang. Akan tetapi akan lebih dikaji secara detail dalam Detail Engineering Design (DED).<\/p>\n<p>\u201cSemuanya include ada pompa ketika ada aliran air yang masuk, maka harus masuk ke drainase sudah include,\u201d ujar Sutiaji.<\/p>\n<p>Dirinya menambahkan, existing yang dimiliki adalah 22 meter, kendati demikian masih bisa di minimalis. Ketika di samping kanan kiri tidak sampai tujuh meter, maka tidak perlu adanya pelebaran jalan yang harus membeli lahan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cYang dipermasalahkan di A Yani utara. Sedangkan A Yani Utara adalah kewenangan provinsi itu adalah jalan provinsi, maka pembebasan provinsi,\u201d jelasnya.\u00a0<strong>(jaz\/mzm)<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #008080;\"><em>Sumber| https:\/\/seru.co.id\/um-usulkan-saluran-drainase-di-atas-underpass-blimbing\/<\/em><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><\/main><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 7 April 2022\u00a0 Malang,\u00a0SERU.co.id\u00a0\u2013 Underpass Blimbing Kota Malang membentang sejauh 520 meter dengan kedalaman delapan meter rencananya akan ada yang sedikit berbeda. Lantaran diatas underpass bakal ada saluran drainase yang melintang untuk air hujan sewaktu-waktu terjadi. Salah satu tim teknis dari Fakultas Tehnik Universitas Negeri Malang (UM), Dr Dwi Siswahyudi MT menuturkan, sudah melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11349,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-11348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-online"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11350,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11348\/revisions\/11350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kliping.um.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}