Perankan Princess Mononoke, Mahasiswi UM Raih Juara Cosplay Dunia di Arab Saudi
Sempat Tak Pede, Kini Kalahkan Peserta dari 45 Negara
Berawal dari cosplay anime Princess Mononoke, Nurul Fitria mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Itu setelah mahasiswi Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM) meraih juara World Cosplay Summit di Arab Saudi, 29 Agustus lalu.
DUROTUL KARIMAH
”I’m princess mononoke,” ucap Nurul Fitria membuka perform yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube World Cosplay Summit pada 29 Agustus lalu.
Perempuan yang akrab disapa Unu itu memakai kostum pemburu layaknya San, tokoh utama animasi Princess Mononoke.
Tubuhnya dibalut kostum cosplay mantel bulu, sama persis dengan penampilan Princess Mononoke dalam film besutan Hayao Miyazaki bersama Studio Ghibli tersebut.

Nurul Fitria (kanan) meraih juara di Cosplay World Summit Arab Saudi, akhir Agustus lalu dengan memerankan cosplay San atau Princess Mononoke dari animasi Studio Ghibli arahan Hayao Miyazaki (Nurul Fitria for Radar Malang)
Hiasan menyerupai bercak darah di mantel, baju, dan tubuhnya membuat penampilannya semakin nyata.
Adegan berkelahi dengan partner yang memerankan sosok Ashitaka juga terlihat profesional.
Dengan membawa properti seperti pisau dan tombak, Unu mengalungkan kaki di leher Ashitaka, sehingga lawannya itu terjungkal.
Di belakangnya, layar berukuran besar menampilkan animasi yang menggambarkan suasana hutan dan petualangan Princess Mononoke.
Selama 5 menit beratraksi, penampilannya ditutup dengan riuh tepuk tangan penonton.
”Mulai dari konsep, background music, video background, instrumen hingga make-up harus buatan sendiri,” ungkap mahasiswi desain komunikasi visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Unu tidak menyangka hobi yang digeluti sejak 2013 itu membawanya ke Arab Saudi.
”Awalnya, saya dengan partner Ochi ikut lomba Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP) ,” tutur gadis berusia 24 tahun tersebut.
Pemenang ajang perlombaan tersebut menjadi perwakilan Jawa Timur untuk melaju di ICGP final di Jakarta.
Dalam perlombaan skala nasional tersebut, Unu dinobatkan jadi juara dua.
”Mulanya kami mengira semua berhenti setelah menjadi juara dua,” katanya.
Sebab, biasanya yang akan berlanjut ke tingkat internasional hanya juara satu.
Tapi karena ada dua event internasional dalam waktu hampir bersamaan, maka peraih juara pertama tidak mungkin bisa menghadiri keduanya.
Sebagai juara dua, Unu yang berkesempatan mengikuti salah satu event internasional tersebut.
”Jarak seminggu dari final ICGP, kami dikabari telah terpilih untuk ikut WCS (World Cosplay Summit) di Arab Saudi,” terang dara asal Malang itu.
Agar penampilannya tidak mengecewakan, Unu menimba ilmu dari orang-orang yang berpengalaman di ajang internasional.
Selain itu, juga gencar berlatih.
Namun karena Unu tinggal di Malang dan partner-nya di Surabaya, mereka jarang latihan bersama.
Selama enam bulan persiapan, hanya empat kali latihan bersama.
Selebihnya menghafal gerakan secara mandiri.
Merasa latihannya tidak maksimal, Unu sempat tidak pede alias percaya diri.
Terlebih dia mendapatkan kesempatan tampil untuk terakhir, sehingga sempat menyaksikan penampilan para pesaingnya dari 45 negara.
Namun ketika diumumkan, Unu meraih juara 4 dan membawa pulang hadiah USD 10.000.
Bagi Unu, kebanggaannya bukan hanya karena juara dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai.
Tapi banyak pengalaman yang dirasakan selama sepekan di Arab Saudi.
”Selain mendapat banyak teman dari negara lain, saya juga dapat banyak ilmu baru di bidang costume making dan juga performance,” kata Unu.
Anak bungsu dari 6 bersaudara itu mulai tertarik cosplay pada awal 2013.
Berawal dari sering nonton video cosplayer dari YouTube.
“Mereka semua terlihat sangat senang karena bisa memerankan karakter 2D,” kenangnya.
Dari situ, Unu semakin penasaran soal cosplay.
Awal cosplay pun Unu masih menggunakan bahan seadanya, karena masih belum bisa membeli kostum atau wig.
Kemudian dia terus belajar make-up dan menabung, akhirnya sering ikut event cosplay.
”Niat awal ikut di dunia cosplay hanya untuk bersenang senang saja. Tapi setelah bertemu Ochi dan join di komunitas Cosuki, semuanya jadi semakin menarik,” ungkapnya. (*/dan)
Sumber|https://radarmalang.jawapos.com/sosok/812958112/perankan-princess-mononoke-mahasiswi-um-raih-juara-cosplay-dunia-di-arab-saudi