Ini TK Lawas yang Membuat Bahagia

Ini TK Lawas yang Membuat Bahagia

Di tengah Kota Malang masih ada bangunan sekolah yang terbuat dari kayu seperti ada di daerah terpencil. Bentuknya tidak ada yang berubah sejak menjadi tempat kepanduan Katolik di zaman Belanda.

Yang berganti beberapa kali adalah atapnya. Bentuk bangunannya sama seperti dulu, hanya sekarang diberi gambar agar menarik perhatian masyarakat yang lewat di depan sekolah itu.

Penampilan ceria tetap menjadi ciri khas TK Bahagia, nama tempat belajar itu. Perawatan yang teratur membuat tempat itu menjadi kenangan siapa saja yang pernah bersekolah di sana.

Menurut Tri Christanty, Kepala TK Bahagia, dulu tempat itu menjadi pusat kegiatan. Dari dulu tempatnya memang tidak mewah dan sangat minimalis.

“Setelah ditinggal Belanda, bangunan itu tidak digunakan. Tokoh masyarakat melihat anak-anak tidak dapat bersekolah karena letak sekolah yang jauh dan sangat mahal. Akhirnya mereka bersepakat mendirikan sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Tokoh masyarakat pun meminjam tempat itu dari salah satu pastur yang merawat bangunan itu,” kata Tri, beberapa waktu lalu.

Bangunan SD akhirnya dikelola Pemerintah Kota Malang. Sekarang yang tersisa bangunan TK yang menjadi bangunan yang bersejarah. Tempat itu hanya diperbaiki sedikit dan tidak mengubah wujud tempat itu dari dulu. Temboknya pun hanya sebuah papan dan tidak diubah sama sekali.

Mereka hanya mengubah atap pada tahun 2000-an. Dulu atapnya genting dan sekarang diganti asbes.

“Bangunan itu menjadi saksi bisu sejak 63 tahun lalu,” tambah Tri.

TK Bahagia menjadi TK yang menyenangkan dan unik. Tempat belajar di Jalan Slamet Riadi Malang itu menjadi tempat belajar yang tenang meskipun tempatnya sudah sangat kuno. TK ini mengawali berdirinya koperasi atau kantin di tingkat TK untuk melatih kemandirian serta kegotong-royongan.

Alumni TK Bahagia sering rindu dengan masakan para guru. Salah satunya adalah nasi goreng buatan Bu Ida. Dengan harga sangat murah, nasi goreng itu bisa dinikmati anak-anak.

Ada banyak bangunan lama yang kemudian dihancurkan untuk dibangun dengan gaya lebih modern. Mereka yang memahami sejarah pasti akan menyayangkan jika bangunan bersejarah harus diratakan.

Hanya sebagian warga sekitar TK Bahagia yang tahu tentang sejarah bangunan itu. Dulu, itu menjadi satu-satunya TK sehingga banyak yang belajar di sana. Sekarang, ada banyak TK di sekitar tempat itu. Saat ini siswa TK Bahagia 14 anak.

Muncul kekhawatiran TK Bahagia akan ditutup. Perjuangan untuk mendirikan sekolah dan memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak di masa lalu suatu saat akan berakhir. Meski dimikian, tetaplah berjuang seperti tiang-tiang penyangga atap bangunan itu.

Nadilah Rahma Sari  Mahasiswa Probis Universitas Negeri Malang [email protected]

Sumber dari: http://surabaya.tribunnews.com/2018/06/21/ini-tk-lawas-yang-membuat-bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *