Dukung Data Akurat untuk Pembangunan Kota Malang
Dukung Data Akurat untuk Pembangunan Kota Malang

CANTIK: Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., secara simbolis memberangkatkan mahasiswa UM dalam Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik).
UM Terjunkan Mahasiswa ke Kelurahan
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Apel Siaga dan Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di halaman Balai Kota Malang belum lama ini.
Kegiatan yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang itu juga dirangkai dengan pemberangkatan mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) UM dalam Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik).
Apel siaga dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Malang, Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Rektor Universitas Brawijaya, unsur Forkopimda, serta seluruh lurah se-Kota Malang. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan kuatnya sinergi untuk membangun tata kelola data yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang valid dan akurat dinilai menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Rektor UM Prof. Hariyono menyampaikan, keterlibatan mahasiswa melalui program BBM merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas pengelolaan data di tingkat kelurahan.
“Mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat dan pemerintah. Melalui Program Kelurahan Cantik, mereka akan membantu meningkatkan literasi statistik sekaligus memperkuat kualitas data yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan,” ujar Prof. Hariyono, Senin, (22/6) kemarin.
Sebagai bentuk dukungan, UM menerjunkan mahasiswa BBM 2026 ke seluruh kelurahan di Kota Malang. Mereka akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada aparatur kelurahan agar mampu menghasilkan data yang lebih sistematis, mutakhir, dan mudah dimanfaatkan.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan jika didukung data yang valid dan terus diperbarui. “Sinergi antara Pemerintah Kota Malang, BPS, dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya. Melalui kolaborasi tersebut, Kota Malang diharapkan memiliki basis data yang semakin kuat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.(hud/lim).

