Media Cetak Jawa Pos Radar Malang 14 September 2018

UM Naik Drastis, UMM Naik Tipis

Download Media Cetak Jawa Pos Radar Malang 14 September 2018

Kuota Mahasiswa Asing untuk Tahun Ajaran Baru2018

MALANG KOTA – Kota Malang tampaknya kian digandrungi mahasiswa asing. Ini ditandai dengan meningkatnya program pertukaran mahasiswa asing dari program Darmasiswa dan Kemitraan Negara Berkembang. Bahkan, peningkatan tersebut lebih dari dua kali lipat.

Di Universitas Negeri Malang (UM) misalnya, sejak pertukaran mahasiswa asing digelar 2010 lain, dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Pada 2010, ada 50 mahasiswa yang diterima. Sedangkan tahun ini, ada 300 mahasiswa asing yang belajar di kampus pendidikan tersebut. Jumlah ini naik drastis karena tahun lalu hanya ada sekitar200 mahasiswa asing.

Hal ini disampaikan Rektor UM Prof Dr H. Ah Rofi’uddin MPd saat ditemui setelah acara penerimaan mahasiswa intemasional rabu (12/9). Sebanyak 300 mahasiswa tersebut datang dari 14 negara seperti India, Thailand, Amerika
Serikat, Tiongkok, dan Jerman.

Media Cetak Jawa Pos Radar Malang 14 September 2018

Media Cetak Jawa Pos Radar Malang 14 September 2018

Nantinya, para mahasiswa asing ini akan menempati bangunan anyar yang difungsikan sebagai asrama. Mahasiswa asing ini nantinya akan jadi satu dengan mahasiswa dalam negeri. “Sesuai kontrak, bangunan ini hams selesai pada Desember 2018,” ucap mantan pembantu rektor dua ini.

Asrama ini dibangun sejak awal Mei 2018 dengan anggaran Rp 40 miliar. Meski begitu, Rofi’uddin menyatakan, tidak ada sarpras yang istimewa bagi para mahasiswa asing. “Standar saja, sama dengan asrama mahasiswa pada umumnya,” kata Rofi’uddin. Pembangunan ini, Rofi’uddin menyatakan, dibangun karena dua hal. Pertama, karena jumlah mahasiswa asing di UM yang melonjak hingga 300 mahasiswa tahun ini. Kedua,dia melihat selama ini mahasiswa dari Indonesia yang melakukan studi di luar negeri selalu ditempatkan di asrama khusus mahasiswa asing.

Sedangkan saat mahasiswa asing yang melaksanakan studi di Kota Malang sering kali menyewa kos maupun kontrakan. Kalaupun ada asrama, jadi satu gedung dengan mahasiswa dari dalam negeri. Terinspirasi dari cara kampus di luar negeri memfasilitasi mahasiswa asal Indonesia, makanya UM menggenjot pembangunan asrama harus segera selesai. Meski baru menerima 300 mahasiswa tahun ini, asrama ini memiliki kapasitas penghuni 500 mahasiswa.

Untuk diketahui, para mahasiswa asing ini melanjutkan studi di Indonesia melalui dua jalur. Jalur pertama, ada beasiswa Darmasiswa. Kedua, program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang memprioritaskan mahasiswa dari negara berkembang.

Kemudian, ada jalur tambahan lain hasil kerja sama masing-masing kampus dengan kampus di luar negeri. Kalau di UM, setidaknya sudah ada dua kampus dan satu kedutaan yang melakukan pertukaran mahasiswa. Pertama, dengan Yala Rajabhat University dari Thailand dan Normal University dari Republik Rakyat Tiongkok. Sementara dari kedutaan dilakukaii oleh Amerika Serikat.

Sementara ini, Kepala Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMM Dr Arief Budi Wurianto MSi menyatakan,
meski pendaftar di kampus ini mencapai 230 orang, yang diterima hanya 27 pendaftar.

Lantaran, UMM harus menyeimbangkan kuota mahasiswa dengan dosen. Karena mahasiswa dalam negeri sudah banyak, maka kampus ini membatasi mahasiswa luar negeri. “Saat ini dari jalur Darmasiswa ada 19 maliasiswa, sedangkan dari jalur KMB ada 8 maliasiswa yang diterima,” ujar Arief, Tahun sebelumnya, jauh lebih sedikit. Kata Arief, UMM tahun ini sudah menaikkan jumlah mahasiswa asingnya. ”Dibanding tahun lalu, kira-tdra 10-20 persen kenaikannya,” jelasnya. Arief juga menjelaskan, sementara dari program KMB memang masih sedikit karena di
UMM, KMB baru dilaksanakan ketiga kalinya.

Kalau fasilitas, beberapa mahasiswa asing ada yang ditempatkan di asrama mahasiswa. Bergabung dengan mahasiswa dalam negeri. Sisanya, tinggal di kos maupun di host fam. Host fam ini, berupa rumah biasa yang dihuni satu keluarga yang bisa berbahasa dwilingual atau dua bahasa. (san/c2/riq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *