UM Genjot Skor sebagai Kampus Hijau

 

MALANG KOTA –  Berada di urutan bawah daftar kampus dalam pemeringkatan UI GreenMetric melecut Universitas Negeri Malang (UM) untuk lebih berbenah lagi. Maklum saja, dari total 780 universitas dari seluruh dunia yang berkomitmen terhadap penghijauan serta kepedulian atas global warming, UM masih berada di urutan 717 pada pemeringkatan yang diberikan oleh Universitas Indonesia (UI) itu.

Salah satu upaya yang dilakukan UM untuk menggenjot peringkat adalah membuat lokakarya yang digelar di Graha Rektorat lantai 9 UM kemarin (10/3). Lokakarya tersebut mendatangkan Vice Chair of UI GreenMetric, yaitu Dr Nyoman Suwartha ST MT. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pejabat rektorat, dosen, hingga perwakilan mahasiswa.

Dalam paparannya, Nyoman Suwartha mengatakan, masih banyak yang harus dilakukan UM agar bisa memaksimalkan skornya sebagai kampus hijau. ”Ini kali keempat UM mengikuti pemeringkatan ini, tapi masih belum maksimal dalam perolehan skornya, nanti akan kami lihat dari 6 indikator yang ada, mana saja yang kurang,” ujarnya.

Menurut Nyoman, salah satu kekurangan UM adalah minimnya data yang terhimpun dari seluruh fakultas, terkait apa saja progres UM dalam melakukan upaya pelestarian lingkungan. ”Kekurangannya UM itu karena tidak ada datanya, atau mungkin kurang datanya. Nanti kami akan konfirmasi juga ke pihak UM,” ujarnya.

Dalam lokakarya tersebut, dia juga akan membeberkan tip agar pihak UM mudah dalam menghimpun data. ”Beberapa kampus menghimpun data dengan membuat lomba yang diikuti oleh fakultas. Kalau tim cari sendiri akan susah dapat data yang lengkap,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Tim UI GreenMetric UM Fifi Novianti mengatakan, lewat lokakarya ini diharapkan seluruh civitas academica UM memiliki persepsi yang sama untuk menyokong UI GreenMetric. ”Hari ini (kemarin) kami undang seluruh civitas, mulai dari mahasiswa dan dosen. Karena memang harus ada yang dievaluasi, dalam hal ini data yang perlu kami evaluasi,” ujar dosen fakultas MIPA tersebut.

Menurut Fifi, indikator yang paling susah dari pemeringkatan ini ada pada kategori Energy and Climate Change. Yaitu, terkait dengan pemakaian energi, upaya membangun energi, dan upaya-upaya pencegahan dalam climate change. Karena dalam membangun sumber energi baru, seperti panel surya, sensor lampu dan ruangan, bahkan mungkin transportasi listrik pasti memerlukan dana. ”Semoga saja dengan adanya evaluasi ini, usulan program yang sudah dibuat bisa dilaksanakan,” tukasnya.

Sumber dari: https://radarmalang.id/um-genjot-skor-sebagai-kampus-hijau/

Leave a Reply