Nelson Tenbak Ingin Mengabdi di Papua Lewat Bidang Informatika

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Universitas Negeri Malang (UM) pada Sabtu (9/2/2019) akan menggelar wisuda ke 96 di Graha Cakrawala.

Wisuda akan diikuti oleh 1.035 orang lulusan. Terdiri dari 55 orang program Doktor Kependidikan, 149 orang program Magister Kependidikan.

Dan tiga orang program Magister non kependidikan, 468 orang program Sarjana Kependidikan, 329 orang program Sarjana non kependidikan, 29 orang program D3 non kependidikan dan dua orang program PPG (Pendidikan Profesi Guru).

Di wisuda ini juga ada dua mahasiswa kelas kerjasama. Yaitu Nelson Tenbak, mahasiswa kerjasama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro, Timika, Papua. Serta Nanang Eko Saputro, mahasiswa kerjasama LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

“Saya kuliah disponsori PT Freeport Indonesia bekerjasama dengan LPM Amungme dan Komoro.”

“Dari 50 orang, saya yang wisuda pertama. Saya menyelesaikan kuliah tepat waktu empat tahun,” jelas Nelson kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (8/2/2019) usai gladi bersih.

Ia kuliah di Fakultas Teknik di Prodi Teknik Informatika. Dari skripsinya, ia berhasil membuat buku modul ajar untuk siswa jurusan TKJ di SMK Petra, Timika.

Ia dulu alumnus SMK itu. Dari pengalaman sendiri sekolah disana, ia  tidak bisa kreatif belajar karena kurangnya media belajar.

Maka ia membuat terobosan itu.

Ia berharap dari apa yang dilakukan bisa membuat generasi mendatang khususnya di Timika bisa lebih cerdas dengan mengembangkan media belajar.

“Bukunya sudah saya serahkan ke sekolah saya,” paparnya.

Dijelaskan, dari pengalaman pribadinya, guru memakai referensi mereka di internet.

Kadang hal itu tak sesuai silabus. Ia kemudian memperbaiki di buku modul itu dengan menyesuaikan kurikulum yang berlaku saat ini.

“Biar nanti mereka bisa bersaing dengan teman-teman di Jawa,” katanya.

Setelah wisuda ini, Nelson yang sudah bisa berbahasa Jawa ini akan menyelesaikan S2 di Kanada.

“Saya dapat beasiswa dari Pemprov Papua. Lama beasiswa tiga tahun,” terangnya.

Ia ingin setelah menyelesaikan pendidikan, memberikan pengabdian ke Papua lewat bidang yang ditekuni yaitu informatika.

Sementara itu Nanang Eko yang sedang menunggu SK CPNS guru di SMKN Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini menyelesaikan S2 Teknik Kejuruan dengan mengangkat tesis tentang guru dengan keahlian ganda di SMK Kota Malang.

Ia mengambil sample 102 guru SMK yang sudah menyelesaikan program keahlian ganda.

Mereka adalah guru mapel adaptif/normatif dan ikut program keahlian ganda untuk memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK.

Saran di tesisnya adalah untuk menambah guru produktif dengan pelatihan bagi guru adaptif normatif.

Juga perlu diadakan telescouting atau pencarian SDM yang sesuai dengan kebutuhan di SMK.

Misalkan dari mahasiswa fresh graduate. Sehingga tidak perlu dilakukan pelatihan karena mereka sudah memiliki kemampuan.

Misalkan guru mesin. Maka bisa mengambil guru di perguruan tinggi yang ada jurusan itu.

Ketua panitia wisuda Dr Tutut Chusniyah SPsi MSi menambahkan dengan bertambahnya lulusan di wisuda 96, maka UM telah meluluskan sebanyak 126.774 orang.

Adapun empat orang dengan lulus terbaik adalah :

Program D3 : Risqi Ilmi Pranada AMd dengan IPK 3,58 dari Mesin Otomotif, Fakultas Teknik.

Program Sarjana: Flavia Konstantia Kartika Utami Dewi SPd dengan IPK 3,94 dengan lama studi 7 semester dari Prodi Pendidikan Bahasa Jerman.

Program Magister : Joko Prih Triyana MPd dengan IPK 3,99 dengan lama studi 16 bulan dari prodi Magister Pendidikan Dasar, Pascasarjana.

Program Doktor : Dr Wiwin Yulianingsih dengan IPK 3,96 dari Prodi PLS, Pascasarjana. Lama studi 39 bulan.

Sumber dari: http://suryamalang.tribunnews.com/2019/02/08/nelson-tenbak-ingin-mengabdi-di-papua-lewat-bidang-informatika?page=all

Leave a Reply