Menristekdikti resmikan gedung kuliah bersama Universitas Negeri Malang

Selasa, 03 September 2019 – 20:46 WIB

Elshinta.com – Universitas Negri Malang (UM) diharapkan dapat menjadi perguruan tinggi pertama yang menerapkan artificial intelligent atau kecerdasan buatan dalam proses perkuliahan.

“Karena selama ini perguruan tinggi menerapkan model power point dan hal itu tidak interaktif dan saya mendorong UM biasa memotori untuk membuat model perkuliahan model sharing berbasis IT dan untuk itu maka UM harus tahu teknologi, jaringan dan data,” ungkap Menristekdikti, Muhammad Nazir pada Kontributor Elshinta, El- Aris Usai meresmikan gedung kuliah bersama di Universitas Negeri Malang.

 Menristekdikti resmikan gedung kuliah bersama Universitas Negeri Malang

Menristekdikti resmikan gedung kuliah bersama Universitas Negeri Malang. Foto: El Aris/Elshinta.

Apalagi UM sebagai perguruan tinggi learning university jangan sampai kuliah seperti biasa. “Tentu saja hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah guna masuk dalam revolusi industri 4.0 sehingga nantinya perlu adanya perubahan kurikulum dimana tentu saja ini akan ada kompetisi yang baik karena itulah perguruan tinggi harus siap apalagi dengan kemajuan dunia cyber,” jelasnya.

Usai meresmikan gedung kembar, Menristekdikti menyempatkan diri untuk melihat lantai 2 ditemani rektor UM, Prof Dr H Ah. Rofi’udin MPd, dan Walikota Malang Sutiaji melihat kondisi gedung yang baru rampung 40 persen.

Setelah itu Menristekdikti dengan berjalan kaki menuju lantai IX gedung rektorat dan membuka Conference On International Issues In Business And Economics Research (CIIBER) 2019.

Sementara itu, Rektor UM Prof Dr H Ah. Rofi’udin MPd menyampaikan bahwa dua GKB UM kali ini akan memberikan pengaruh besar terhadap pengembangan kapasitas dan kualitas UM di masa mendatang. Apalagi GKB dengan 9 lantai.

Gedung itu menempati areal lahan UM yang luasnya kurang lebih 39.640 m2 dengan luas lantai untuk kedua gedung tersebut sebesar 44.917 m2.

“Penggunaan 9 lantai untuk masing-masing gedung tersebut di antaranya adalah lantai 1 dan 2 digunakan untuk area parkir mobil, laboratorium, ruang dosen dan ruang kuliah. Sedangkan untuk lantai 3-7 digunakan untuk ruang kelas, ruang seminar, ruang baca, ruang dosen, perpustakaan, dan common space area. Selanjutnya untuk lantai 8-9 digunakan untuk ruang auditorium, ruang serbaguna, ruang seminar, ruang testing center, dan laboratorium bahasa,” tandasnya.

Sumber dari: https://elshinta.com/news/186512/2019/09/03/-menristekdikti-resmikan-gedung-kuliah-bersama-universitas-negeri-malang

Leave a Reply