Menristekdikti Dorong UM Bikin Pembelajaran Daring Berbasis Kecerdasan Buatan

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Menristekdikti Prof M Nasir PhD Ak mendorong Universitas Negeri Malang  (UM) dalam membuat pembelajaran daring dengan berbasis kecerdasan buatan. Sehingga mahasiswa tidak bosan karena juga ingin merasakan seperti di kelas nyata. Selama ini kebanyakan basis daring masih di power point.

“Semua bisa ditambah. Karena UM sudah memposisikan sebagai learning university, maka di era disrupsi ini, tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Apalagi sekarang sudah di era 4.0,” kata Nasir pada wartawan usai melakukan soft opening GKB (Gedung Kuliah Bersama) di UM yang dibiayai IsDB (Islamic Development Bank), Selasa (3/9/2019).
Hal-hal seperti ini perlu diantisipasi perguruan tinggi (PT).

Menristekdikti Dorong UM Bikin Pembelajaran Daring Berbasis Kecerdasan Buatan

Sylvianita Widyawati//Meristekdikti Prof M Nasir PhD Ak meninjau salah satu ruangan di GKB (Gedung Kuliah Bersama) di Universitas Negeri Malang (UM) bersama Rektor UM dan Walikota Malang, Sutiaji, Selasa (3/9/2019). 

Jika tidak, maka akan ketinggalan. Untuk itu, maka PT harus mengetahui basis kecerdasan buatan yaitu pada sistem informasi, big data dan jaringan. Saat memberikan sambutan di acara soft opening, Nasir menceritakan pengalaman mengunjungi perguruan tinggi di Norwegia. Ia menanyakan soal lab teknik mesin. Ternyata ia dimasukkan dalam lab berbasis kecerdasan buatan. Seperti bagaimana memasang baut. Semua sudah diintegrasikan pada teknologi.

Maka pengembangan ke depan, lab-lab juga harus mengarah kesana. Sementara dua tower GKB yang kini sedang dikebut penyelesaiannya sampai Desember 2019 memiliki sejumlah fungsi. Ada tempat parkir, ruang dosen, lab dan ruang kuliah mulai lantai 3-7. Sedang lantai 8 dan 9 untuk aula berkapasitas 100-500 orang dan lab bahasa.

Dikatakan, gedung-gedung PTN di Kota Malang rata-rata juga sudah bagus, termasuk di UM. Ia menagih apa yang bisa diberikan PT untuk negara. “Ya nggak muluk-muluk. Semboyannya cukup dari Malang untuk dunia atau dari UM untuk dunia. Atau semboyannya ini muluk?” ucap Nasir. Menteri juga meninjau ruangan di lantai 2 bersama Rektor UM Prof Dr Rofi’uddin MPd dan pejabat lainnya. Ia mengamati detil apa yang dilihatnya termasuk lantai tangga dan bagian lainnya.

Rektor UM menyampaikan dua GKB nanti akan memperkuat UM sebagai center of excelent learning university di era disrupsi dan memperkuat daya saing UM. Twin tower GKB memiliki luas 44.917 m2 diatas lahan 39.640 m2. Di antara dua GKB akan ada ruang taman terbuka dan amphiteater. “Jika GKB ini selesai, maka ada tambahan 12 lab,” kata rektor.
Saat soft opening, pembangunan GKB mencapai 40 persen.

Menurut menteri, program 4 in 1 melibatkan empat PTN yaitu UM, Universitas Jember, Universitas Mulawarman dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten. Beberapa capaian program 4 in 1 yang masuk tahun ke 3 di UM yaitu melakukan pengembangan pembelajaran, riset dll. Salah satu produk risetnya yaitu dua emas dan 4 perunggu di pimnas dimana UM masuk urutan ke 8.

UM juga telah menguliahkan 19 calon doktor di sejumlah perguruan tinggi di beberapa negara dll. Menurut Rofi’uddin, soft opening belum menandai selesainya konstruksi tapi sebagai momentum meremajakan kembali semangat untuk menggapai apa yang ingin diraih UM. Ini sebagai upaya ikhtiar UM menjadi kampus rujukan di Indonesia.

Sumber dari: https://suryamalang.tribunnews.com/2019/09/03/menristekdikti-dorong-um-bikin-pembelajaran-daring-berbasis-kecerdasan-buatan

Leave a Reply