Mengintip Gedung Kuliah yang Didanai Arab Saudi, Apa Keunggulannya?

Selasa 03 September 2019 14:34 WIB

KOTA MALANG – Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM) yang baru saja diresmikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir, diklaim memiliki beberapa keunggulan.

Rektor Universitas Malang Prof. Rofi’uddin mengklaim gedung yang didanai dari anggaran Islamic Development Bank (IsDB) ini memiliki beberapa keunggulan teknologi dan desain yang menarik.

“Gedung ini didesain berbeda di setiap lantainya, di lantai 1 – 2 digunakan untuk area pembelajaran kuliah, laboratorium, ruang dosen, dan ruang kuliah,” ungkap Prof Rofi’uddin saat memberikan sambutan soft opening GKB Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (3/9/2019).

https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 03 65 2100090 mengintip-gedung-kuliah-yang-didanai-arab-saudi-apa-keunggulannya-EU1R9UIjd8.jpg

Gedung Kuliah Bersama Universitas Malang (Foto: Okezone/Avirista)

Selain beberapa ruangan tersebut, gedung ini juga akan dilengkapi ruang kelas perkuliahan, ruang seminar, ruang baca, perpustakaan, hingga common space area yang terdapat di lantai 3 hingga 7.

“Di lantai 8 dan 9 gedung bisa digunakan ruang auditorium serbaguna dengan kapasitas 500 peserta, ruang seminar yang menampung sekitar 100 peserta, ruang testing center, hingga laboratorium bahasa,” ujarnya.

Sesuai kontrak gedung yang menjadi satu paket dari IsDB ini ditandatangani pada tanggal 23 Agustus 2018 dengan masa pengerjaan proyek selama 660 hari, dan ditarget pada Juni 2020 mendatang proyek sudah selesai.

“Saat ini capaian pembangunan mencapai 54 persen di pekan yang ke 51. Kita targetkan selesai pada Juni 2020 mendatang,” katanya.

Di sisi lain Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir meminta UM mampu menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) yang inovatif ditengah penerapan teknologi yang di gedung barunya tersebut.

“Yang kami tuntut tidak banyak, bagaimana mencerdaskan anak bangsa dan Indonesia, kualitasnya harus semakin meningkat. Dengan era disruptif learning inovation. Terlebih UM, ber-concern kepada learning universitas. Eranya disruptif kalau face to face akan ditinggalkan. Makanya perlu inovasi disruptif learning innovation,” katanya.(rhs)

Sumber dari: https://news.okezone.com/read/2019/09/03/65/2100090/mengintip-gedung-kuliah-yang-didanai-arab-saudi-apa-keunggulannya?page=2

Leave a Reply