M Nasir: Kecerdasan Buatan, dari Malang untuk Dunia

MALANG KOTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir PhD Ak memuji prestasi kampus di Kota Malang. Nasir senang karena Kemenko Perekonomian memilih Kota Malang sebagai akademi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) Academy.

Hal itu disampaikan Nasir ketika soft opening Gedung Kuliah bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM), kemarin (3/9). Menurut dia, sudah waktunya kampus tidak hanya fokus pada pengembangan infrakstruktur bangunan saja. Tapi juga perlu peningkatan di bidang teknologi.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menceritakan pesatnya perkembangan perguruan tinggi (PT) di Norwegia. Saat dia menanyakan letak lab teknik mesin, oleh pihak kampus, ternyata diarahkan ke lab yang lebih canggih.

”Ya lab berbasis kecerdasan buatan. Masang baut saja sudah diintegrasikan teknologi. Manusia sudah tidak ikut-ikut,” kata dia. Maka, pengembangan ke depan, lab-lab juga harus mengarah ke sana.

Dia berharap, prestasi kampus di Kota Malang bisa merembet ke daerah lain. ”Ya nggak muluk-muluk. Semboyannya cukup dari Malang untuk dunia atau dari UM untuk dunia. Atau semboyannya ini muluk?” ucap Nasir.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir meminta kampus membuat pembelajaran daring dengan berbasis kecerdasan buatan. Sehingga, mahasiswa tidak bosan dengan model belajar yang belum sejalan dengan revolusi industri 4.0 masa kini.

Menurut dia, sering kali kampus hanya menyiapkan pembelajaran berbasis daring melalui power point. ”Daring itu bukan power point saja. Lebih dari itu. Smart teaching, smart learning. Harusnya kampus bisa menciptakan belajar daring yang menyenangkan,” jelasnya.

Lalu, apa yang masuk kriteria belajar dengan sistem AI? Nasir menjelaskan, kampus yang menggunakan AI harus memiliki sistem, informasi, big data, dan jaringan kuat.

Sementara itu, Rektor UM Prof Dr AH Rofi’uddin MPd menyatakan, dua GKB ini akan memperkuat UM sebagai center of excellence learning university. ”Selain beberapa ruangan tersebut, gedung ini juga akan dilengkapi ruang kelas perkuliahan, ruang seminar, ruang baca, perpustakaan, hingga common space area yang terdapat di lantai 3 hingga 7,” kata dia.

Sementara lantai delapan dan sembilan bisa digunakan auditorium berkapasitas 500 peserta. ”Ruang seminar yang menampung sekitar 100 peserta, ruang testing center, hingga laboratorium bahasa,” ujarnya.

Sumber dari: https://radarmalang.jawapos.com/m-nasir-kecerdasan-buatan-dari-malang-untuk-dunia/

Leave a Reply