Kuliah Tidak Tepat Waktu di Universitas Negeri Malang Bakal Dapat Peringatan Tiga Kali

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Universitas Negeri Malang (UM) mendorong mahasiswanya selesai kuliah tepat waktu. Menyikapi hal itu, kini sedang dirancang sistemnya oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga mahasiswa yang tidak tepat waktu bisa diketahui secara sistem.

Selanjutnya datanya bisa diunduh fakultas-fakultas untuk memberikan surat peringatan. “Kuliah tidak tepat waktu itu jika sudah lebih dari sembilan semester,” jelas Swaskito Wibowo, Kabag Akademik UM pada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/10/2018).

Tujuannya agar mahasiswa segera menyelesaikan tugasnya yang kurang, misalkan tugas akhir/skripsi. Selain itu juga untuk membantu mahasiswa sendiri agar tidak terbebani biaya pendidikan. Tiga kali peringatan itu pertama saat masuk semester 10, saat semester 11 dan semester 12.

Hal itu akan dimasukkan dalam buku pedoman pendidikan UM 2018 yang saat ini sedang disempurnakan redaksionalnya. “Buku pedoman ini mengikat. Seperti buku aturan,” jawab dia.

Sebelumnya memang sudah ada SE (Surat Edaran) Rektor UM tentang mahasiswa yang melebihi masa studinya.

Namun kemudian disikapi dengan sistem agar mendukung. Sambil menunggu sistem ini, dari fakultas sudah menjalankan dengan memanggil orangtua siswa.

Harapannya agar orangtua juga ikut mengawal anaknya menyelesaikan mata kuliah yang kurang atau tugas akhirnya.

Dengan begitu, orangtua mengetahui perkembangan pendidikan anaknya. Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik UM, Ahmad Dardiri menyatakan alasan mahasiswa tidak tepat waktu menyelesaikan kuliah bersifat kasuistik. Ada yang sambil kerja, ada karena tidak displin waktu, pergaulan teman yang salah dll.

“Tidak bisa digeneralisasi,” katanya. Tentang sistem yang sedang dikerjakan TIK agar bisa memantau mahasiswa tidak tepat waktu, dirasa baik.

“Apa mungkin juga di sistem nanti orangtua bisa mengakses ya?” idenya. Sehingga bisa mengetahui perkembangan studi anaknya.

Sebab kadang program menghadirkan orangtua mahasiswa tidak semua bisa datang. Namun ini akan tetap dilakukan.

Pada akhir Oktober nanti, orangtua mahasiswa angkatan 2017 akan diundang semua untuk diberikan informasi sistem pendidikan di UM.

“Juga mahasiswa yang berbagai angkatan yang diperkirakan tidak bisa lulus tepat waktu,” kata Dardiri.

Misalkan ada SKS nya yang kurang atau belum bisa menyelesaikan tugas akhir. Untuk orangtua angkatan 2017, meski masih baru, namun ortu juga bisa mendorong anaknya menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan info itu.

“Sebenarnya tugas akhir bisa selesai satu atau dua semester jika disiplin waktu,” paparnya.

Di FT, tingkat ketepatan waktu kelulusan di atas 60 persen. Di Fakultas Sastra, mahasiswa angkatan 2012, 2013 dan 2014 yang lulus di semester antara 2017/2018, orangtuanya juga dipanggil.

Sumber dari: http://suryamalang.tribunnews.com/2018/10/11/kuliah-tidak-tepat-waktu-di-universitas-negeri-malang-bakal-dapat-peringatan-tiga-kali?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *