Ke Jepang Berbekal Esai, Cara Cerdas Mahasiswa Universitas Negeri Malang

 
Siapa yang tidak tahu dengan keindahan Jepang, terutama di musim dingin. Foto dan tayangan tentang indahnya salju membuat Jepang di musim dingin menjadi salah satu lokasi wisata yang paling dicari.

Selain berwisata dengan menabung, ada juga cara lain. Misalnya dengan mengikuti kompetisi yang memungkinkan pemenangnya diundang ke Jepang. Itu cara yang bisa dilakukan para siswa atau mahasiswa. Bukan hanya kemenangan yang didapat, melainkan juga perjalanan, penginapan, sekaligus wisata.

Ke Jepang Berbekal Esai, Cara Cerdas Mahasiswa Universitas Negeri Malang

citizen reporter/dokumen pribadi/Mahasiswa Universitas Negeri Malang belajar tentang lingkungan di Museum Kitakyushu Jepang.

Itu yang mendorong salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengikuti Sakura Exchange Program. Dengan mengirimkan sebuah esai berjudul Garbage and Ocean, mampu mengantarkan Julianna Jasmine untuk belajar tentang energi terbarukan di Kitakyushu University, Jepang.

Dilaksanakan pada 20-29 Januari 2020, ia menyiapkan diri mengikuti konferensi. Selain konferensi, jadwal yang menarik adalah mengunjungi beberapa tempat bersejarah di sana, yaitu Kitakyushu University, Environmental Museum, dan Kitakyushu Ecotown Project.

Salah satu tempat yang cukup menarik dari rangkaian acara itu adalah ketika mengunjungi Environmental Museum. Kitakyushu Environmental Museum merupakan salah satu museum sejarah terbentuknya Kota Kitakyushu dengan lingkungan yang ramah di dalamnya.

Didirikan pada 2009 di daerah Higashida, museum itu juga menjadi salah satu pusat edukasi pengelolaan sampah di Kitakyushu. Kitakyushu Environmental Museum memiliki tiga maskot pengelolaan sampah 3R yakni Diokun mewakili reduce, Yoocan mewakili reuse, dan Saikun mewakili recycle yang menyambut pengunjung ketika memasuki wilayah museum.

Tidak sekadar maskot, masyarakat dan perusahaan di Kitakyushu menerapkan 3R dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah Kitakyushu menjadi kota yang bersih dan indah.

Julianna Jasmine, mahasiswa Elektro UM menjelaskan keindahan Kota Kitakyushu.

“Masyarakat jepang itu sangat peduli dengan lingkungan. Mereka melakukan berbagai macam hal untuk membuat lingkungan mereka tetap bersih, nyaman, dan ramah lingkungan. Kitakyushu yang awalnya kota dengan penuh polutan berat mampu berubah menjadi ecotown yang baik pada bidang bisnis, ekonomi, dan lingkungan. Hal inilah yang dapat dicontoh Indonesia untuk bisa berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, itu hanya masalah waktu yang diiringi dengan keinginan kuat, Indonesia dapat berubah menjadi negara dengan lingkungan yang ramah. Itu dimulai dengan meningkatkan kesadaran diri sendiri akan pentingnya menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran dan kepekaan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada rekan-rekan di kampus dan masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian materi dengan menggunakan permainan dan pembuatan kerajinan menggunakan bahan daur ulang. Itu menjadi daya tarik anak untuk mengenal akan pentingnya menjaga lingkungan yang mereka huni. Mengunjungi Kitakyushu Environmental Museum membuka mata pengunjung akan pentingnya menjaga lingkungan.

Nuri Riskian/Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang/Nuririskian1@gmail.com

Sumber dari: https://surabaya.tribunnews.com/2020/04/13/ke-jepang-berbekal-esai-cara-cerdas-mahasiswa-universitas-negeri-malang