FMIPA UM Gelar The 5th Asian Science Deans Summit 2019

Published on Wednesday, 10 July 2019 21:13

MALANG – Para akademisi bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) se Asia berkumpul pada gelaran The 5th Asian Science Deans Summit (ASDS) 2019, di Hotel Santika, Rabu (10/7).

The 5th ASDS kali ini diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), yang fokus membahas terkait persoalan riset bidang matematika dan IPA. ASDS pertama kali digagas oleh Prof. Dr. Seung Han Park asal Yonsei University pada tahun 2015 untuk meningkatkan kolaborasi antar akademisi bidang matematika dan IPA dari berbagai negara Asia.

Di tahun 2015 tersebut, Korea Selatan menjadi tuan rumah pertama penyelenggara ASDS. Selanjutnya, ASDS diselenggarakan secara simposium di sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, dan juga Timor Leste.

“Kami berkumpul untuk menjalin kolaborasi internasional dengan akademisi negara-negara Asia untuk menciptakan strategi bersama,” ungkap penggagas ASDS Prof. Dr. Seung Han Park, ketika memberi sambutan pada pembukaan The 5th ASDS.

FMIPA UM menjadi penyelenggara kedua di Indonesia, setelah tahun 2017 lalu ASDS digelar di Universitas Indonesia (UI) dan dipimpin oleh Dr. rer. nat. Abdul Haris. Setiap tahunnya, ASDS membuka peluang kolaborasi antar akademisi untuk bersama mengahadapi persoalan dan berembuk untuk menemukan solusinya.

“Terdapat 62 peserta dari sejumlah negara yang berpartisipasi. Dari Indonesia sendiri, Malaysia, Korea, Thailand, Jepang dan Timor Leste,” kata Dekan FMIPA UM Dr. Hadi Suowoni M.Si.

Dengan mengusung tema ‘Reinforce Mobility and Networking Activity on Teaching and Community Services’, ASDS tahun ini juga membahas terkait penyesuaian kurikulum bidang akademik matematika dan sains dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Ini untuk menghadapi tantangan ke depan, khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Bagaimana penyesuaian penelitian atau kurikulumnya,” lanjutnya.

Untuk di FMIPA UM sendiri, kurikulum yang digunakan cenderung mempersiapkan lulusan untuk menjadi tenaga pendidik. Namun kini, sudah mulai dikembangkan kurikulum yang mengarahkan lulusan untuk meniti profesi yang lebih luas sesuai dengan bidangnya baik itu matematika maupun IPA.

“Kurikulum FMIPA sebelumnya cenderung mencetak guru, tapi kita berupaya memperluas fungsi daya saing mereka dengan mengembangkan program studi non pendidikan. Untuk itu, momen ASDS menjadi kesempatan untuk kita mengembangkan penelitian-penelitian bersama perguruan tinggi lainnya di Asia.

Lebih lanjut, pada ASDS kali ini FMIPA UM juga menandatangani MoU dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya seperti dari perguruan tinggi asal Timor Leste dan  Malaysia.(mg3/adv/aim)

Leave a Reply