Filosofi Benang-Jarum dari Anggota Baru

MALANG KOTA – Lukisan perempuan dengan mulut disekap lakban seolah mengartikan kalau suara perempuan selama ini jarang didengar. Sedangkan tangan yang tenggelam bisa jadi menunjukkan banjir yang sering menggenangi sudut-sudut kota.

Seni lukis tersebut merupakan sebagian lukisan yang kemarin (10/3) dipamerkan di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM). Selain lukisan, ada seni rajut, seni jahitan, dan lukisan tiga dimensi instalasi.

Ketua pameran, Rezda Bunga Cempaka, menyampaikan, ada 29 karya yang dipajang. Jumlah itu merupakan total dari 65 anggota baru unit kegiatan mahasiswa (UKM) Sanggar Minat (Samin) Universitas Negeri Malang (UM). Pameran ini dimulai Jumat (9/3) lalu dan berakhir hari ini (11/3).

”Kami pameran di sini karena gedung DKM representatif, siapa saja boleh ke sini,” katanya.

Pameran tersebut, kata Bunga, untuk merekatkan anggota yang baru didiklat. Mereka angkatan Samin UM ke-25. Dia menjelaskan, proses kreatif dari karya-karya tersebut berdasar filosofi Jawa, yakni dom-doman. Benang dan jarum, kata Bunga, adalah dua benda yang berbeda tapi saling berkaitan.

”Dari perbedaan (jarum dan benang, Red) itu, hadir karya kreatif,” pungkasnya.

Sumber dari: https://radarmalang.id/kumpulan-kritik-sosial-di-pameran-seni/

Leave a Reply