Akibat Gempa dan Tsunami, Mahasiswi Untad Palu Lanjutkan Kuliah di Universitas Negeri Malang

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Rizky Ramadhani (18) mahasiswi semester 1 di Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) bersiap kuliah sit in (menumpang) di Universitas Negeri Malang (UM). Ia adalah mahasiswa FKIP prodi PGSD.

“Posisi saya di Kabupaten Donggala saat ini,” ujar Rizky pada¬†SURYAMALANG.COM lewat sambungan telepon, Senin (8/10/2018).

Katanya, ia sudah mendapat kabar dari UM bisa memulai kuliah. Ia sempat menunggu kabar kapan bisa kuliah sebelumnya. Ternyata Senin mendapat kabar bahagia.

“Saya memilih kuliah sit in di UM karena banyak saudara di Kota Malang. Tepatnya di Jl Ir Rais,” paparnya.

Menurut dia, asal keluarganya dari Malang. Namun pada 1992, orangtuanya transmigrasi ke Donggala. Karena itu ia memilih ke Malang.

“Saya pilih sit in karena pasti ada mata kuliah yang perlu saya tanyakan,” kata dia. Dari kampusnya memang disarankan program sit in atau kuliah jarak jauh dengan sistem online.

Sebelum ada bencana gempa dan tsunami menerjang Palu, Rizky yang kos di Palu sudah menjalani perkuliahan empat kali pertemuan.

“Saat kejadian itu, saya kebetulan tidak di Palu. Saya sedang pulang di Donggala,” papar dia. Donggala hanya terkena gempa. Dari Donggala ke Palu jika naik kendaraan bermotor hanya perlu satu jam karena jaraknya sekitar 50 km.

Media Cetak Surya 9 Oktober 2018.

Media Cetak Surya 9 Oktober 2018.

Media Cetak Surya 9 Oktober 2018.

Media Cetak Surya 9 Oktober 2018.

Dijelaskan, gedung rektorat Untad hancur karena gempa. Sebagian fakultas juga begitu. Dari sejumlah temannya, kebanyakan memilih kuliah sit in di PTN yang ada di Sulawesi Selatan. Sebab kebanyakan memiliki keluarga di sana. Sedang ia memilih ke Jawa Timur karena alasan ada keluarga.

“Saya ingin ikut sit in agar dapat pengalaman dan tidak ketinggalan mata kuliah. Kalau saya belajar sendiri juga bingung karena masih baru,” papar Rizky.

Sedang kantor humas Universitas Brawijaya (UB) Malang juga jadi jujugan pertanyaan tata cara mahasiswa Untad melakukan sit in.

Dua mahasiswa UB asal Palu, yaitu Armansyah, mahasiswa Filkom dan Ahmad Rifai, mahasiswa FPIK ditemui Kasubag Humas dan Kearsipan Kotok Gurito di ruang kerjanya.

“Saya ditanyai 5-6 mahasiswa Untad tentang cara sit in di UB,” jelas Armansyah. Sedang Rifai membantu menanyakan untuk 2-3 temannya yang kuliah di Untad.

Armansyah baru kembali dari Palu menengok ibu dan adiknya. Sebab ayahnya sedang tugas sebagai TNI di Pontianak. “Ibu baru pindah tiga bulan di Palu membuka bengkel motor,” ujar dia. Saat kejadian, kepala ibunya kena lemari sehingga bocor. Kakinya sobek. Sedang adiknya, saat kejadian ada di mall namun bisa menyelamatkan diri.

Dengan susah payah, ibu dan adiknya dipindahkan ke Pontianak agar bisa berkumpul dengan ayahnya. Adiknya pun sudah dimutasikan sekolah karena sudah duduk di kelas 9 SMP. “Sebab tahun depan kan unas. Dari sekolah baru menyambut baik,” paparnya.

Sedang Rifai, menyatakan ayahnya yang bekerja sebagai sipir penjara. Dari keluarga intinya memang selamat dari bencana. Namun yang ia hadapi di rantau adalah duit menipis karena tidak ada kiriman dari orangtua. “Saya sudah pinjam teman,” paparnya.

Begitu juga dengan Armansyah. Ia menjaga pengeluaran pribadi. “Kalau untuk makan, kami ke asrama Palu. Di sana ada dapur umum dari bantuan masyarakat,” kata mereka. Arman tak berani minta uang ke orangtuanya karena ia mengerti sendiri kondisinya.

Menag Lukman Hakim saat di Malang menyatakan pada pekan depan akan menginventarisir ASN Kemenag, madrasah dan pondok pesantren di Palu pasca bencana. Katanya akan ada kebijakan bagi mahasiswa IAIN Palu untuk kuliah di IAIN daerah sekitar Palu, seperti di Palopo. Atau membuat tenda darurat buat perkuliahan.

“Sekarang kan kondisi darurat. Lebih pada mengatasi kebutuhan manusia dengan logistik,” jelas Lukman saat di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terpisah.

Sumber dari: http://suryamalang.tribunnews.com/2018/10/08/akibat-gempa-dan-tsunami-mahasiswi-untad-palu-lanjutkan-kuliah-di-universitas-negeri-malang?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *