Mahasiswa UM Ciptakan Gata-fisika, Model Pembelajaran Digital Interaktif

Mahasiswa UM Ciptakan Gata-fisika, Model Pembelajaran Digital Interaktif

Tim Gata Fisika. (Istimewa)
Tim Gata Fisika. (Istimewa

MALANGVOICE – Berawal dari pengalaman pribadi tentang pembelajaran fisika yang kurang menyenangkan, tiga mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Badi’atus Sholihah, Rani Wahyu Andani, dan Izzatun Navis ciptakan model pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Media itu bernama Gata-Fisika.

“Dari dulu pembelajaran fisika kan selalu monoton dan membuat kita selaku siswa tegang saat pembelajaran maupun ujian berlangsung,” kata Rani, Rabu (30/5).

Selain itu, berdasarkan pengamatan tim saat tugas observasi ke sekolah, siswa acapkali merasa tegang dan bosan saat pembelajaran terlebih karena pada pembelajaran fisika banyak rumus yang harus dihapalkan.

Penerapan media belajar Gata Fisika. (Istimewa)
Penerapan media belajar Gata Fisika. (Istimewa)

Hal inilah yang melatarbelakangi gagasan Rani dan tim untuk membuat model pembelajaran baru yang sekiranya dapat meningkatkan pemahaman siswa khususnya pada materi gerak harmonis sederhana.

Model pembelajaran yang digagas yaitu model “Creative Educational Game” menggunakan pendekatan permainan tradisional engklek yang dikemas secara menarik, dilengkapi dengan fenomena yang disajikan dalam teknologi macromedia flash.

Tidak hanya melatih berhitung, pada Gata-Fisika juga menekankan pemahaman konsep serta penumbuhan kerja ilmiah. Sehingga, tidak hanya ranah kognitif yang meningkat, namun afektif dan psikomotorik siswa pun juga akan meningkat. Gata-fisika sendiri merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi gerak harmonik sederhana serta evaluasi pembelajaran dengan cara yang tidak menakutkan.

Meskipun waktu yang diberikan lumayan singkat, namun hal ini tidak mematahkan semangat Rani dan tim untuk memberikan sumbangsih terbaik di dunia pendidikan.

“Ya, harapannya semoga Gata-Fisika bisa dikembangkan lagi dan diimplementasikan pada sekolah-sekolah di Indonesia,” pungkasnya.(Der/Aka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *