Salah Input, Peserta Non Difabel Masuk Kategori Difabel

Download Jawa Pos Radar Malang 9 Mei 2018

MALANG KOTA – Tiga rektor kampus negeri di Kota Malang all-out dalam menyukseskan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) yang digelar kemarin (8/5). Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Mohammad BisriMS, Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof AH Dr Rofi’uddin MPd, dan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Dr Abdul Haris MAg kemarin melakukan sidak secara bersama-sama ketiga kampus tersebut

Para rektor itu kompak mengatakan kalau 38.890 peserta SBMPTN di Panlok Malang sudah mendapatkan fasilitas sesuai standar. “Bagi para disabilitas, kami juga sudah siapkan fasilitas yang baik,” kata Bisri kemarin. Berdasarkan informasi dari panitia, ada 13 difabel dari berbagai kelompok ujian. Untuk kelompok saintek, ada penyandang tuna rungu dan tuna daksa masing-masing satu orang. Di soshum, ada dua tuna netra, empat tuna rungu, satu tuna wicara, serta satu tunarungu yang juga tuna wicara. Sementara untuk kelompok ujian campuran, ada satu tuna rungu dan dua tuna netra. Sayangnya, peserta tunanetra di kelompok ujian campuran batal ujian dengan fasilitas
bagi tuna netra. Sebab, kedua peserta itu ternyata normal dan bukan penyandang disabilitas.

Salah Input, Peserta Non Difabel Masuk Kategori Difabel , Jawa Pos Radar Malang 9 Mei 2018

Salah Input, Peserta Non Difabel Masuk Kategori Difabel , Jawa Pos Radar Malang 9 Mei 2018

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 1 UIN Maliki Malang Dr H M. Zainuddin. “Ketika kami verifikasi, pihak sekolah lapor dan ternyata (mereka) normal,” ujarnya.

Dia menyimpulkan, hal tersebut murni kesalahan siswa ketika menginput data karena keliru memilih opsi bagi tunanetra. “Totalnya hanya 11 orang. Yang tunanetra hanya di UB,” tambah Zainuddin.

Sementara im, di UB telah disiapkan ruangan tersendiri bagi penyandang disabilitas tunanetra. “Kami tempatkan satu pengawas dalam satu ruang sendiri untuk membacakan soal,” ujar kata Rektor UB Mohammad Bisri, Diterangkannya, UB mempersiapkan dua lokasi ujian bagi penyandang tunanetra, yakni di Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Selain fasilitas disabilitas yang sudah disempumakan, masalah kemacetan juga sudah dipikirkan matang-matang. Kali ini, untuk mengurai kemacetan, pihaknya tidak hanya menggandeng kepolisian. “Lokasi ujian disebar  ke arah selatan dan utara,” ujar Bisri.

Secara rinci, untuk lokasi selatan, ujiannya digelar di SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMA Panjura, SMPN 6, SMPN 8, dan SMK Muhammadiyah 1. Sementara, di utara berlokasi di Universitas Widyagama Malang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara, Perguruan Tinggi Asia, dan SMA Sisanya, berada di tengah kota atau dekat dengan ketiga PTN.

Selain membahas mengenai fasilitas disabilitas yang lebih baik dari tahun sebelumnya, ketiga rektor yang didampingi wakilnya juga memaparkan hasil Bidikmisi yangterdata. Di UB, penerimaan mahasiswa Bidikmisi sementara tercatat sebesar 986 peserta. “Tahun lalu 1.600 orang, naik sebesar 10 person,” ujar Bisri. Ada indikasi tahun ini juga naik, namun belum dipastikan jumlahnya.

Sementara untuk UM, menurut Rektor UM Rofi’uddin, ada 329 peserta Bidikmisi. “Narnun yang 8 tidak registrasi ulang ke UM,” ujarnya.

Di UIN, wakil rektor I menambahkan, ada 986 mahasiswa Bidikmisi yang masuk SNM PTN. “Sisanya, 632 masuk Bidikmisi yang SBM PTN,” ujar Zainuddin.

Di sisi lain, belum ada laporan resmi terkait peserta yang mengundurkan diri di SBMPTN. Namun dari laporan yang sempat diterima, di UB jumlah peserta yang mengundurkan diri tidak lebih dari 20 calon mahasiswa. Menurut Wakil Rektor I UB Prof Dr Ir Kusmartono, ada orang peserta SBM PTN yang diundur jadwal tesnya. (nr2/c 1 / riq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *