Ngemsi Hingga Dubai, Jadi Langganan Event Internasional

Download Malang Post 30 Januari 2018

Menguasai bahasa asing bisa menjadi benefit tersendiri bagi seorang Master of Ceremony (MC). Frana Zwei, 28 tahun, yang piawai berbahasa Inggris dan Jerman ini pernah menjajal karier MC hingga ke Kedutaan Besar di Dubai.

Ketika ditemui Malang Post pada sebuah kesempatan, pemilik nama asli Dwi Frana Hidayah ini menceritakan perjalanan karir MC-nya. la memulai dunia MC sejak kuliah dan mengawali jejaknya dengan menjadi MC
acara kampus.

“Kemudian, pelan-pelan saya melebarkan sayap. Ada beberapa event yang ada di luar kampus dan ditawari teman.
Saya ambil, sambil berjalan saya juga belajar mendalami ilmu memandu acara,” terang lulusan SI Sastra Jerman
Universitas Negeri Malang tersebut.

Ngemsi Hingga Dubai, Jadi Langganan Event Internasional, Malang Post 30 Januari 2018

Ngemsi Hingga Dubai, Jadi Langganan Event Internasional, Malang Post 30 Januari 2018

Setelah berhasil menyelesaikan sekolah sarjana, Frana kemudian terbang ke negeri Belanda untuk memperdalam Bahasa Jerman selama 2,5 tahun. “Ketika di sana, saya fokus dengan studi. Setelah lulus, iseng main ke Dubai bersama teman-teman. Eh, saya keterima kerja di sana. Nah, dari Dubai segalanya mulai berubah,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

Ketika di Dubai, Frana bekerja sebagai Internal Audit di sebuah perusahaan selama 2,5 tahun. Di sela-sela kesibukannya tersebut, Frana menyempatkan diri untuk memulai kariemya yang sempat terhenti. Menjadi MC. “Dulu sering jadi MC di acara kantor. Kemudian, merambah di kantor Konsulat di Dubai. Setiap tamu kehormatan yang datang dari Indonesia, saya selalu didapuk menjadi MC. Kadang menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris hingga bilingual,” jelas perempuan berzodiak Leo tersebut.

Setelah bekal yang didapatkan di luar negeri dirasa cukup, Frana kembali ke tanah air dan memilih menetap di Malang untuk melebarkan sayap karier. Hasilnya, Frana seringkali dipercaya untuk memandu acara yang menghadirkan tamu internasional. Seperti acara International Delegates 19th Joint Maintenance Co-operation Committee (JMCC) di Malang. JMCC adalah sharing pengetahuan di bidang operasinal dan pemeliharaan sistem transmisi di bidang kelistrikan regional Asia Tenggara. JMCC menggabungkan 3 utility, yaitu PEN Indonesia, TNB Malaysia dan EGAT Thailand.

Karier Frana pun terns melesat, ia kemudian dipercaya memandu acara gathering Korea Selatan, Korea Tobacco &
Ginseng (KT&G) di Indonesia dan masih banyak lagi. “Alhamdulilah, sejak saat itu, jika ada acara yang mengundang tamu asing, baik di sekitar Malang Raya maupun luar Kota Malang sering memercayakan kepada saya untuk membawakan acara dalam bahasa Inggris. Tak jarang juga bilingual. Tergantung order dari klien,” ujar penyuka
pasta tersebut.

Namun, kepiawaiannya dalam berbahasa dan olah kata tersebut sempat memiliki kendala. Pernah suatu ketika, ia mendapatkan partner MC (tandem) dengan pria yang berasal dari Korea Selatan yang tidak bisa berbahasa Inggris. “Waduh, ketika itu saya langsung berpikir bagaimana caranya saya bisa membangun chemistry supaya acara bisa beijalan dengan lancar. Saya aktif pakai Bahasa Inggris dan dia pakai Bahasa Korea,” ujar wanita berambut panjang tersebut.

Saat itu, sang partner akhirnya mau tidak mau mempunyai translator untuk membantu memandu acara. “Untungnya dia bawa translator. Saya jadi sedikit tertolong. Ketika di atas panggung, saya tidak boleh terlihat gugup dan panik. Bagaimanapun segala celotehan yang keluar hams nyambung dan nggak feel awkward. Deg-degan banget
bawain acaranya waktu itu,” ujar dia sembari tertawa.

Dalam membawakan sebuah acara, Frana terinspirasi dengan style Indy Barends. Menurutnya, Indy Barends mampu membawakan acara dengan cukup elegan dan simple namun pesan yang disampaikan tepat sasaran. “Orangnya juga terlihat humble. Beberapa cara pembawaannya dia saya ikuti. Yang paling penting untuk saya adalah totalitas, disiplin dan memperhatikan setiap detail sebelum memulai untuk memandu acara,” tukas wanita bertubuh mungil ini.

Pada 2018 kali ini, Frana ingin menggebrak dunia MC Malang Raya. la mengaku ingin membawakan acara dengan Bahasa Jerman. “Pengin banget sebenemya. Mungkin, masih belum ada kesempatan. Nunggu bule Jerman pada ngumpul dan bikin acara gathering mungkin,” pungkas peiempuan yang juga salah satu anggota Geroirbolan MC, Penyiar dan Presenter (Gempar) Malang Raya tersebut. (tea/han)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *