Lulusan Universitas Negeri Malang Jadi Ilustrator Kelas Dunia, Surya 24 Oktober 2017

 

Lulusan Universitas Negeri Malang Jadi Ilustrator Kelas Dunia, Surya 24 Oktober 2017

Lulusan Universitas Negeri Malang Jadi Ilustrator Kelas Dunia, Surya 24 Oktober 2017

Download Surya 24 Oktober 2017

Usung Batik  pada Buku Michelle Obama

Menggambar menjadi kesukaan Lintang Pandu Pratiwi sejak kecil, dan belajar di Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang (UM) mengantarkannya pada profesi mendunia yang ia geluti saat ini.

 

Saat ini Lintang menjadi llustrator untuk buku-buku kanak dari beberapa penerbit terkemuka di Indonesa, selain menjadi llustrator majalah dan koran berska la nasional. “Beberapa di antaranya Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, dan sayajuga sempat menjadi ilustrator untuk Majalah Bobo dan Kompas. Selaln itu juga saya menulis buku anak dan dongeng sejak saya lulus pada 2014.” katanya, Benin (23/10).

Tidak hanya berkiprah di dalam negeri, Lintang juga sudah mendunia dan bekerjasama dengan penulis dan penerbit anak di Amerika, Eropa, dan Jepang. “Alhamdulillah saya masuk dalam International Bestseller di Amazon.com
dan masuk ke Jaringan toko Barnes and Noble. Sekarang sudah total ada  30 buku yang saya buat di luar nege¬ ri,” lanjut gadis kelahiran 21 Agustus 1992 itu.

Peraih penghargaan di ajang 40 Anak Bangsa Penakluk Dunia itu juga menulis buku tentang Michelle Obama yang didedikasikan untuk mengenang masa akhir jabatannya sebagai  First Lady Amerika Serikat.

Pada buku yang ia terbitkan di luar negeri, ia membawa identitas Indonesia dengan motif atau pola batik pada ilustrasi yang ia buat. “Ilustrasl yang saya buat juga saya usahakan agar anak bisa dekat dengan Pancasila dengan mencantumkan nilai dari sila-sila Pancasila,” tutur dara asal Wonosobo itu.

la pun tidak sembarangan dalam membuat ilustrasi. Proses pengeijaan ia lakukan dengan teliti dan memakan waktu 2 minggu hingga 2 bulan. “Yang lucu sih biasanya kliendari amerika itu tidak menetapkan deadline  karena memang permintaan mereka sangat rumit. Jadi
pernah baru selesai dalam setahun,” ujarnya lalu tertawa kecil.

Lintang mengaku mendapatkan inspirasi untuk membuat dongeng dan ilustrasi dari kehidupannya sehari-hari. Terutama dari hal-hal yang emosional, misalnya hubungan keluarga, teman, dan sahabat. “Inspirasi terbesar sih dari keluarga, terutama orang tua yang banyak mengajarkan hal-hal baik dan itu semua saya tuangkan pada buku anak yang saya buat,” ungkap sulung dari dua bersaudara itu.

Selain itu, Lintang juga banyak terinsplrasi dari para dosen dan teman-temannya di prodi Desain Komunikasi Visual UM. “Dosen dan
teman-teman saya menjadi inspirasi dan berperan besar dalam mengantarkan saya ke bidang saya sekarang. Saya terus terpacu menjadi
lebih baik dari waktu ke waktu, terutama saat kuli-ah,” bebernya

Sedangkan ketika ditanya siapa llustrator idolanya, Lintang dengan cepat me-nyebutkan nama Beatrix Potter. Beatrix Potter adalah
penulis dan llustrator asal Inggris yang terkenal dengan karyanya beijudul The Tale of Peter Rabbit. “Style gambar yang ia buat itu klasik dan dla tidak hanya menggambar tapi juga menulis seluruh dongengnya sendiri. Saya juga sangat terkesan dengan karyanya yang manis
dan mengisahkan tentang persahabatan,       hangatnya kekeluargaan. dan binatang yang lucu,” jelasnya.

Lulusan SMK Grafika Malang itu berpesan pada mahasiswa untuk tidak ber-putus asa dalam hidup dan tetap bersemangat untuk berkarya. “Hidup selalu ada ujian, tapi diberl ujian seperti apapun klta hams tetap pada tujuan untuk menjadi seseorang yang bermanfaat di lingkungan, sekecil apapun itu,” pesannya.

Baginya, batu sandungan kecil tidak berarti dan jangan sampai membuat seseorang putus asa. “Jangan fokus pada hal negatif dan terns semangat saja,” kata dia.

Karena ilustrasinya yang mendunia, Lintang juga dianugerahi sebagai salah satu dari 72 ikon Indonesia yang berprestasi baik di bidang
penggiat sosial, seni budaya, olahraga. dan inovator oleh Unit Keija Presiden Pem-binaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Penghargaan yang ia raih itu, ia katakan, mempakan hasil semangat dari orangtua dan adiknya. la berharap karyanya blsa menginspirasi orang lain dan membcrikan pengamh positif bagi masyarakat, khususnya di era digital ini. “Pada zaman internet ini masyarakat sehamsnya bisa memanfaatkannya dengan baik untuk memberi hal terbaik di bidang masing-masing. Sampai saat ini saya juga seringkali bekerjasama dengan penerbit luar negeri secara online, sementara saya ada di Malang. Jadi klta hams pintar memanfaatkan teknologi yang ada,” tutupnya.(neneng uswatun hasanah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *