Menjinakkan Goyangan Gempa

Menjinakkan Goyangan Gempa, Surya 16 Agustus 2017..

Menjinakkan Goyangan Gempa, Surya 16 Agustus 2017..

Download Surya 16 Agustus 2017

Artikel : Rangga Ega Santosa Mahasiswa Universitas Negeri Malang

INDONESIA terletak di tiga lempeng bumi yang bergerak aktif. Kondtsi yang menjadikan Indonesia langganan gempa bumi. Dalam kurun 2015 saja tercatat 27 kali gempa bumi. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2014.

Akibatnya, banyak fasilitas umum rusak dan tak sedikit yang harus meregang nyawa akibat gempa bumi. Disinyalir penyebab gempa bumi adalah ketersediaan alar preventif yang masih kurang dan model komunikasi early war¬ ning system (EWS) yang kurang efisien

Menjawab permasalahan tersebut, beberapa mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam tim Pease metakukan rise! dan menelurkan detektor getaran yang ekonomis dan efisien,

“Detektor ini bekerja secara mandiri. jika terjadi gempa bumi. sensor pendulum akan bergoyang dan menyentuh ring logam yang terpasang di sekeliling pundulum. Sentuhan dari keduanya akan mengirim output ke amplifier dan saat itu Juga amplifier akan berbunyi dan memperingalkan warga sehingga komunikasi evakuasi dini dapat berjalan maksimal,” ungkap Septya, koordinator tim Pease.

Detektor getaran yang dirancang memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya. jika listrik padani sesaat selelah terjadi getaran. detektor masih bisa bekerja karena konsumsi listrik rangkaiannya cukup kecil dan dapat hidup hingga 30 jam dengan suplai daya dari baterai kapasitas 300mAh.

“Harganya pun cukup ekonomis. tidak lebih dari 500 ribu rupiah, dan dengan radius 100 meter bisa terpasang alat ini.” ungkap Yusuf, anggota tim Pease yang lain,

Dengan hasil pengujian memakai metode bfack-box dan sistem dirancang memiliki error kurang dari lima person, sehingga dapat melaksanakan fungsi EWS bencana gempa bumi,

Alat ini dapat bekerja secara mandiri dan bisa melakukan peringatan dini lerhadap bencana gempa bumi, sehingga impelementasinya akan menekan dampak negatif yang ditimbulkan gempa bumi.

Hasil karya ini akan dibawa di Pekan llmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, 23 – 28 Agustus 2017.(http://surabaya. tribunnews. com/2017/08/15/tim-pease-um-usung-detektor-penjinak-goyangan-gempa-di-pimnas-makassar)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *