Pendaki Sekaligus Penari Api

Pendaki Sekaligus Penari Api , Malang Post 12 Agustus 2017

Pendaki Sekaligus Penari Api , Malang Post 12 Agustus 2017

Download Malang Post 12 Agustus 2017

DINI SETYAWIDl PRAMESTI. penari asal Dusun Jeding, Desa Junrejo ini tidak hanya pintar menan diatas panggung saja. Namun ia juga pinter menari diatas kertas dengan kata-kata basil karyanya.

Kini ia sedang membuat antologi puisi yang merupakan himpunan dari 25 karya puisi. la juga piawai menulis karya cerita pendek. naskah drama dan membuat naskah tan yang akan ditarikannya. Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Malang ini juga dikenal sebagai penari api. Karena gadis kelahiran Malang, 2 Juli tahun 1995 bergabung dengan Malang Fire Dance.

“Kita menari dengan membawa api. mulai dengan tarian membawa lilin, kipas, holahop, tongkat dan poi,” ujar Dini. Ia memainkan tarian api ini disekitar anggota tubuhnya, mulai dari tangaa leher hingga pinggang.

la memhcnarkan bahwa tarian ini memang berbahaya, namun menghasilkan sebuah tarian yang indah. karena gerakan indah tarian ditambah dengan indahnya sinar api yang beigerak-gerak mengikuti gerakan tubuhnya. ‘Alhamdulillah tidak pernah terkena api, kalau merasakan panasnya memang sering. Karena ada trik khusus yang sudah kita pelajari,” ujarnya. Seorang penari bisa menari api harus
berlatih kurang lebih dua minggu untuk belajar trik atau gaya yang berbeda.

Dini mengakui awalnya ia memang grogi menarikan tarian api ini, namun lama kelamaan ia sudah terbiasa. Ketakutannya pun terobati dengan kegembiraan para penonton. (dan/mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *