Belajar Kerja Keras dari Singapura

Belajar Kerja Keras dari Singapura  , Malang Post 15 juli 2017

Belajar Kerja Keras dari Singapura , Malang Post 15 juli 2017

Download Malang Post 15 juli 2017

PENGALAMAN mengikuti lomba di Singapura, membawa kesan tersendiri bagi Cattctiana Dhevi,
mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM), Di negara kecil dengan teknologi
canggih tersebut, mobilitas warganya sangat tinggi. Salah alasan mengapa orang Singapura suka
berjalan dengan sangat cepat karena dunia yang sangat koinpetitif dan mereka sangat memanfaatkan setiap detiknya untuk belajar dan berkembang.

“Pelajaran yang saya dapatkan tentang kerja keras dan juga beberapa niiai etos kerja dari masyarakat Singapura, “ ujarnya,

la berkisah, kesempatan mengunjungi Singapura ketika ia dan timnya mengikuti Youth Entrepreneurship Symposius (YES) yang diselenggarakan oleh Nebo Singapura, organisasi kepemudaan terbesar di bawah naungan Kementerian Kepemudaan dan Budaya di Singapura. YES adalah symposium tahunan. yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan entrepreneur muda dari berbagai bidang. Dalam tahun yang kesepuluh, YES kembali diadakan dengan lema Entrepreneurship as a Career.

Acara ini menghadirkan puluhan keynote speakers dan 50 Start-Up CEO se-ASEAN yang menjadi mentor untuk peserta. YES berlangsung mulaj 13 Juni sampai 16 Juni di National University of Singapore.

“Saya masuk ke dalam tim 57, yang terdiri dari 5 delegasi Indonesia. Kami memiliki tema yang sama yaitu fashion business platform. 350 delegasi dibentuk menjadi 80 tim berdasarkan jenis proposal bisnis yang teiah dikumpulkan, “ ujarya.

Ia menyatakan setelah proses panjangdan berbagai kritikan dari menteror dan juga berbagai macam revisi, mereka mempresentasikan business canvas model kanii, Melawan banyak tim dari negara lain yang pembawaannya cukup mengintimidasi karena semua ide yang disampaikan luar biasa hebat.

“Saat pengumuman, kami begitu lerkejut dan terharu karena tim kami menjadi juara pertama. Hal ini juga sangat mengejutkan panitia karena dalam 4 tahun terakhir ini kali pertama Indonesia memenangkan YES 2017. Ada 3 pemenang utama dan dua lainnya berasal dari Singapura, “ pungkasnya.(mg5/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *