Peserta Berkebutuhan Khusus Diimbau Segera Lapor

Peserta Berkebutuhan Khusus Diimbau Segera Lapor, Malang Post 17 April 2017

Peserta Berkebutuhan Khusus Diimbau Segera Lapor, Malang Post 17 April 2017

Malang Post 17 April 2017

SBMPTN 2017

MALANG- Seperti di tahun-tahun sebelumnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tabun 2017 bisa diikuti oleh peserta berkebutuhan khusus atau difabel. Namun, ada beberapa hal yang haras diperhatikan saat melakukan pendaftaran SBMPTN melalui online.

Ketua Panitia Lokal (panlok) 55 Prof. Dr. It. Kusmartono mengatakan, peserta berkebutuhan khusus atau difabel, haras mengisi keterangan pada kolom kebutuhan khusus. Hal tersebut wajib dilakukan untuk menghindari kejadian seperti di tahun sebelumnya, ada beberapa peserta difabel yang kebingungan mencari tempat ujian pada saat berlangsung.

“Saat mendaftar ada kolom keterangan kebutuhan khusus, pendaftar haras mengisi kebutuhan khususnya apa. Misalnya dia tunanetra, tunarangu atau menggunakan kursi roda,” ujarnya.

la mengatakan, bila para siswa difabel telah mengisi keterangan, pihak panitia akan menyediakan pendamping demi kenyamanan pada saat ujian berlangsung. Misalnya jika ada siswa tunarangu atau
tunanetra, maka pihak akan menyediakan pendamping dari sekolah luar biasa (SUB). Atau ada siswa yang mengenakan kursi roda, bisa ditempatkan di kelas yang tidak perlu melewati tangga.

“Nanti dalam ruangan ada panitia yang akan membacakan soal, dan ada juga pengawas dalam SBMPTN nanti. Untuk soalnyapun sama dengan peserta lainnya yang normal,” jelasnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada para pendaftar agar jangan lupa mengisi keterangan berkebutuhan khusus, sehingga para panitia bisa menyediakan pendamping untuk mereka kedepannya.

 “Kalau tidak dadakan, kan kita bisa  memperhitungkan jumlah pendamping,” urainya.

Menurutnya, pada pelaksanaan SBMPTN tahun 2016 kemarin, peserta yang memiliki kebutuhan khusus berjumlah 11 orang. Mereka tersebar di dua universitas yakni, enam peserta di Universitas Negeri Malang (UM) dan lima peserta di Universitas Brawijaya (UB).

Selain itu, dia berharap agar peserta SBMPTN mencantumkan pas foto dengan gaya formal seperti halnya di Ijazah. Hal tersbeut untuk menghindari kecurangan dan calo pada saat SBMPTN.

“Ini tidak berlaku bagi peserta berkebu¬ tuhan khusus saja, tetapi juga untuk peserta yang normal. Sebeb kemarin ada beberapa peserta menggunakan pas foto gaya selfi, sehingga pengawas banyak merasa curiga,” tandasnya. (yun/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *