UN HANYA JADI SYARAT MENDAFTAR

UN HANYA JADI SYARAT MENDAFTAR Malang Post 29 Maret 2017

UN HANYA JADI SYARAT MENDAFTAR Malang Post 29 Maret 2017

Malang Post 29 Maret 2017

MALANG- Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih beium memakai basil nilai Ujian Nasional (UN) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017. Panitia penyelenggara SBMPTN telah memutuskan bahwa nilai UN tak mempengaruhi Nilai SBMPTN, namun hanya sebagai syarat mendaftar saja.

“Nilai UN bukan termasuk komponen penilaian SBMPTN, namun nilai UN akan menjadi pertimbangan kelulusan SBMPTN,” kata Wakil Rektnr 1 UB, Pruf. Dr. Ir. Kusmartunu.

Dia mengatakan, awalnya nilai UN memang akan menjadi salah satu kompunen dalam menentukan kelulusan SBMPTN. “Sebelumnya memang ada pembicaraan, tapi setelah ditimbang-timbang gak jadi. UN akan dijadikan syarat untuk calon mahasiswa yang akan mendaftar SBMPTN saja,” tambahnya.

Dia menegaskan, jika siswa mengikuti UN namun nilainya tidak memenuhi standar, tetap bisa mengikuti SBMPTN. Namun untuk diterima atau tidaknya pada suatu universitas, tergantung seleksi pusat.

Sementara itu Wakil Rektur  1 UM, Prof Dr Hariyono MPd, dan Rektur UIN Malik Ibrahim, Pruf Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si tidak mempermasalahkan terkait keputusan tersebut. “Kita harus terima keputusan panitia, kalau itu yang terbaik ya gak papa. Panitia pasti punya pertimbangan sendiri,” kata Mudjia.

Oleh karena itu, ia berharap calon peserta mempersiapkan diri, agar nantinya bisa sukses di SBMPTN. Pasalnya tahun ini SBMPTN akan dilakukan dua pilihan ujian yakni Paper Based Testing (PBT) dan Cumputer Based Testing (CBT).

“Yang terpenting sekarang adalah persiapannya. Sebab SBMPTN merupakan seleksi nasiunal, dan banyak pesaingnya. Apalagi yang mengikuti bukan lulusan tahun 2017 saja, lulusan tahun 2015, 2016, dan 2017 juga bisa mengikuti,” tambahnya.

Tak hanya itu, menurutnya, SBMPTN itu jauh lebih susah dari pada soal-soal Ujian Nasional (UN). Pasalnya UN adalah ujian yang bersifat evaluasi. Artinya, tujuan UN mengevaluasi sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran SMA, untuk menilai apakah layak untuk lulus SMA atau tidak. Sedangkan SBMPTN adalah ujian yang bersifat seleksi.

“Semua harus berusaha sungguh-sungguh sebab tujuan SBMPTN adalah menyeleksi calun mahasiswa yang layak kuliah di universitas negeri,” tambah Hariyono . (yun/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *