UM-UB Keluhkan Pengurangan Anggaran PKM

UM-UB Keluhkan Pengurangan Anggaran PKM, Jawa Pos Radar Malang 26 Maret 2017 Hal 26

UM-UB Keluhkan Pengurangan Anggaran PKM, Jawa Pos Radar Malang 26 Maret 2017 Hal 26

Jawa Pos Radar Malang 26 Maret 2017

Jumlah Proposal di PTN Turun 50; 9 Person Hal. 26

MALANG KOTA – Ada kabar kurang baik bagi para ma-hasiswa Universitas Brawijaya(UB) dan Universitas Negeri Malang (UM). Sebab, jumlah dana hibah untuk program kreatiyitas mahasiswa (PKM) dari direktorat jenderal pendidikan tinggi (dikti) dipangkas cukup banyak. Misalnya, di UB pada 2017 ini, hanya 126 proposal mahasiswa yang didanai. Padahal, pada 2016 lain, ada 268 proposal.

Sementaraitu, diUM pada 2017 ini, hanya ada 81 proposal yang didanai, sedangkan tahun lalu ada 154 proposal.

Jika ditotal, jumlah proposal yang didanai di dua kampus tersebut pada 2016 mencapai 422, sedangkan pada 2017 ini hanya 207. Artinya, ada pengurangan 215 proposal atau 50,9 person.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB Prof Dr Arief Prajitno MS, adanya pengurangan jumlah proposal PKM yang didanai Kemenristekdikti tahun ini cukup disayangkan. Itu karena jumlah proposal yang diajukan mahasiswa tidak kurang dari 2.000 proposal. “Berdasarkan informasi dari pusat, hal itu pemerataan untuk seluruh kampus. Tapi, selisih proposal yang didanai berkurang fantastis,” bebernya pada Jawa Pos Radar Malang, kemarin (26/3).

Namun, guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan (FPIK) itu mengklaim, 126 proposal yang lolos dari UB itu benar-benar pilihan yang matang. Adapun perinciannya, PKM Kewirausahaan (PKM-K) ada 17 proposal, PKM-Karya Cipta (PKM-KC) ada 34 proposal,PKM-Pengabdian Masyarakat (PKM-M) sejumlah 15 proposal. Selanjutnya, PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE) ada 45 proposal, PKM- Penelitian Sosial Humaniora (PKMPSH) ada 8 proposal, dan PKM-Penerapan Teknologi (PKMT) ada 7 proposal. “Untuk pengajuan penelitian eksakta, masih menjadi proposal terbanyak yang lolos,” beber dia. Namun, untuk bidang penerapan teknologi yang diterima masih sedikit.

Meskipun jumlah proposal yang didanai tidak sesuai dengan yangdiharapkan, pria 62 tahun tersebut mengaku, pihaknya akan mengusahakan agar semuanya bisa lolos saat monitoring dan evaluasi (monev) pada Juni nanti. “Jika tahun lalu ada 32 proposal yang lolos sampai Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas), saya menargetkan agar tahun ini bisa lebih,” tekad dia.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UM Dr H Syamsul Hadi MPd juga menyayangkan adanya pengurangan anggaran tersebut. Sebab, hal itu membatasi mahasiswanya untuk andil lebih banyak dalam PKM bergengsi itu pada 2017 ini. Padahal, yang diajukan untuk 2017 ini ada 2.700 proposal. Akan tetapi, ternyata, yang didanai ada 81 proposal saja. “Saya kira, ini tidak hanya dialami kampus kami. Semua proposal PKM yang didanai berkurang tahun ini,” jelasnya. Dia menyatakan, hal itu dikarenakan anggaran yang dikucurkan dari Kemenristekdikti berkurang.

Syamsul pun menyatakan, pihaknya akan menerapkan strategikhusus agarSl proposal yang didanai itu bisa lolos Pimnas. “Jika 2016 ada 23 yang lolos Pimnas dari 154 proposal yang didanai, tahun ini kami mengupayakan bertambah,”tekad dia.

Adapun perincian 81 PKM yang diterima dari UM adalah PKM Kewirausahaan (PKM-K) ada 17 proposal yang didanai. Untuk PKM-Karya Cipta (PKM-KC) ada 14 proposal, PKM-Pengabdian Masyarakat (PKM-M) sejumlah 7. Kemudian, PKM-Penelitian Eksakta (PKM-PE) ada 26 proposal, PKM-Penelitian Sosial Humaniora (PKMPSH) ada 17 proposal. Sedagkan, untuk bidang PKM-Penerapan Teknologi (PKMT) dari UM belum berhasil lolos. “Mereka yang lolos ini akan kami bimbing strategi khusus karena mereka pilihan. Jadi, hams bisa menghasilkan yang terbaik,” pungkasnya. (kis/c3/lid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *