Kejar Bonus untuk Cukupi Biaya Kuliah

Kejar Bonus untuk Cukupi Biaya Kuliah, Malang Post 27 Maret 2017 Hal. 27

Kejar Bonus untuk Cukupi Biaya Kuliah, Malang Post 27 Maret 2017 Hal. 27

Kejar Bonus untuk Cukupi Biaya Kuliah, Malang Post 27 Maret 2017 Hal. 27

Kejar Bonus untuk Cukupi Biaya Kuliah, Malang Post 27 Maret 2017 Hal. 27

Malang Post 27 Maret 2017 .1.

Malang Post 27 Maret 2017 .2.

SHINTIA EKA ARFENDA, MAHASISWA SEKALIGUS ATLET GULAT BERPRESTASI

BERJUANG demi meraih gelar sarjana tak hanya bisa dilakukan dengan berbisnis atau bekerja paruh waktu. Bisa juga dilakukan dengan mengoptimaikan hobi dan bakat yang dimiliki. Seperti dilakukan Shintia Eka Arfenda, mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM). Demi meraih gelar sarjana, ia total menekuni bidanggulat hingga berbuah prestasi.

 Lahir dari keluarga sederhana, tak mengurungkan niat Shintia untuk menjadi sag ana. Ayahnya yang bekerja sebagai distributor snack ke warung-warung tak menjadi penghalang untuk mewujudkan mimpinya mengenyam bangku perguruan tinggi. Mahasiswi berparas manis ini sepintas terlihat kalem, tapi dibalik itu dia adalah pekerja keras. Mental baja dan pantang menyerah itulah yang menjadikannya sebagai seorang atlet tangguh dan berprestasi. Shintia adalah atlet gulat yang kini tercatat sebagai mahasiswa di UM.

Pada 2015 lalu, Shintia resmi diterima di UM sebagai maba jurusan Pendidikan Jasmani dan Ilmu Keolahragaan. Shintia sempat bingung dengan cara apa dia bisa mendanai kuliahnya. Meminta uang untuk daftar kuliah pun dia tak tega pada orang tuanya waktu itu. Oleh sebab itu ia memanfaatkan keahliannya untuk mencari uang guna membiayai kuliahnya.

“Saya tak tega melihat orang tua saya kerja keras seperti itu. Bahkan setiap kali melihat wajahnya, saya sampai nangis, takut jika kuliah saya akan menjadi beban pada orang tua meskipun beliau tak mungkin menolak untuk hutang ke tetangga demi membiayai kuliah saya,” katanya.

Dengan keinginannya tersebut, Shintia tak kehilangan akal. Dia bertekad akan membiayai kuliahnya dengan keahliannya sebagai atlet gulat. Tekadnya tersebut sempat membuat orang tuanya khawatir, pasalnya kedua orang tuanya takut jika nanti mimpi anaknya menjadi sarjana tidak bisa terwujud.

“Orang tua sempat melarang, takutnya saya gak bisa membiayai, apalagi gulat jarang ada event. Tapi lama-lama mereka luluh, dan mengijinkan saya berkuliah,” kata dia.

Apalagi, lanjutnya, beasiswa bidikmisi saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. la pantang menyerah, demi mewujudkan mimpi menjadi Guru.

“Rp 600 Ribu per bulan dari Bidikmisi tidak cukup. Apalagi saya harus kos dan lain-lain. Saya hams menghemat uang, agar beasiswa itu cukup,” tambahnya.

Tak kehabisan akal, Shintia memutuskan aktif mengikuti kejuaraan dan bergabung dengan Pemuatan latihan cabang (Puslatcab) gulat Kabupaten Malang di Pakisaji. Dari situlah, solusi biaya kos terpecahkan. la akhimya Shintia ditawari untuk camp di sana.

“Alhamdulilah akhimya saya bisa menghemat untuk kos, dan bisa bertahan hingga saat ini. Yang penting rajin berlatih, itu sudah cukup agar saya bisa tinggal di sini,” tambahnya.

Meskipun harus aktif berlatih dan mewakili Kabupaten Malang di setiap event kejuaraan, namun Shintia yang baru saja mewakili di PON Jabar ini, tak pemah lalai melakukan kewajibannya yakni belajar untuk mengejar cita-cita. Ditengah kesibukannya mempersiapkan diri untuk bertanding di berbagai kejuaraan, Shintia yang baru saja menyumbangkan medali perak di PON Jabar ini sibuk mengerjakan tugas mata kuliah dari dosennya.

“Bonus PON cukup untuk membiayai kuliah saya sekarang ini. Meski demikian, saya juga hams belajar, karena harus menyelesaikan tugas
kuliah. Pendidikan adalah nomer satu bagi saya,” ujar mahasiswa semester empat ini.

Terlebih Shintia yang memang membiayai kuliahnya sendiri, tak j ingin mengecewakan kedua orang tuanya. la tak hanya ingin sukses menjadi Atlet, tetapi juga ingin sukses di dunia pendidikan. “Niat awal saya mengikuti gulat ini adalah ingin menjadi gum, jadi saya harus bersungguh-sungguh untuk menggapainya,” tambahnya.

Apalagi Shintia mengaku bahwa dirinya membiayai kuliahnya sendiri. Biaya tersebut berasal dari bonus yang dia dapat dari menjadi atlet gulat.

“Alhamdulillah saya bisa membiayai kuliah sendiri, tanpa bantuan dari orang tua. Jadi motivasi saya untuk rajin belajar, terdorong berkat itu,” tandasnya. (yuyun wahyu/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *