Ini Kali Pertama Ibu Menginjak Kampus Anaknya

Ini Kali Pertama Ihu Menginjak Kampus Anaknya, Surya 1 Maret 2017

Ini Kali Pertama Ibu Menginjak Kampus Anaknya, Surya 1 Maret 2017

Surya 1 Maret 2017

Isak Tangis Wamai Pengukuhan 2 Guru Besar UM

Ini Kali Pertama Ibu Menginjak Kampus Anaknya

Isak tangis mewarnai Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang (UM) dalam rangka pengukuhan dug. guru besar, Selasa (28/2). Kedua guru besar bam itu adalah Prof Dr Waras Kamdi MPd dari Fakultas Teknik (FT) dan Prof Dr Andi Mappiare AT MPd dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)

KEDUANYA tak kuasa menahan haru saat menyampaikan ucapan terima kasih pada orang-orang yang berperan besar dalam peraihan predikat gum besar mereka. Prof Waras menangis ketika memberi ucapan terima kasih pada sang Ibu, Martin, yang berjuang keras untuk anak-anaknya. “Ini kali pertama ibu saya menginjakkan kaki di kampus anaknya, karena kelalaian saya yang
tidak pemah mengikub wisuda,” ujar Waras.

la juga terisak saat mengucapkan terima kasih pada sang almarhum ayahnya, Kamdi, yang selalu sabar
kepada anak-anaknya.

Sedangkan Prof Andi menangis ketika memberi ucapan terima kasih pada orang-orang yang telah tiada namun berperan besar dalam kesuksesannya hingga saat ini, serta kepada sang istri, Emmy Sriyekti, yang setia berada di sampingnya. Sidang terbuka senat ini dibuka oleh Ketua  Senat UM, Prof Dr Sukowiyono SH MHum. Dengan prosesl pengukuhan 2 guru besar baru itu, kinl UM mempunyal 77 guru besar.

Pidato Prof Dr Waras Kamdi MPd yang mengangkat tentang pentingnya skenario bam pendidikan vokasi yang bertumpu pada kekayaan alam Indonesia, sehlngga dekat dengan realitas kehidupan dunla nyata. “Pendekatan pembelajaran yang saya ajukan adalah berbasls proyek (project-based learning), yaitu slswa di hadapkan pada dunla nyata untuk mengidentlfikasl dan memahami persoalan pada obyek observasi,” terangnya usal acara pengukuhan.

Setelah itu, lanjut Prof Waras, mereka dlharapkan bisa mendiskusikan alternatif penyelesalan masalah, mendesain penyelesalan masalah, dan melakukan proyek produksi untuk menghasilkan instrumen penyelesalan masalah. “Kemudlan Instrumen itu dluji serta dipresentasikan hasilnya/ ujar Waras.

Jika potensi itu dikerahkan untuk mengeksplorasi kekayaan alam menjadl produk unggulan naslonal. tutur Waras, kekuatan daya saing bangsa yang sesungguhnya akan muncul.

“Dengan begitu siswa yang mempakan generasi Z tidak hanya bisa menjalankan peran atau profesl tertentu, namun cakap dalam berbagal skill karena dlbiasakan untuk menghadapl dan menyelesaikan masalah,” jelas guru besar berusia 57 tahun itu.

Sedang Prof Dr Andi Mappiare AT MPd memaparkan ramuan konseling yang cocok diterapkan di Indonesia, sehingga ajakan menjalani bimbingan konseling di sekolah tidak lagi menjadi hal tidak disenangi siswa. Bahkan, kebanyakari siswa sudah telanjur ‘alergi’ dengan bimbingan konseling.(neneng uswatun hasanah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *