Konsen Jaga Bahasa Arab, Terima Penghargaan Raja Saudi

Konsen Jaga Bahasa Arab, Terima Penghargaan Raja Saudi. Jawa Pos Radar Malang 22 Januari 2017

Konsen Jaga Bahasa Arab, Terima Penghargaan Raja Saudi. Jawa Pos Radar Malang 22 Januari 2017 .1.

Konsen Jaga Bahasa Arab, Terima Penghargaan Raja Saudi. Jawa Pos Radar Malang 22 Januari 2017

Konsen Jaga Bahasa Arab, Terima Penghargaan Raja Saudi. Jawa Pos Radar Malang 22 Januari 2017 .2.

Jawa Pos Radar Malang 22 Januari 2017 .1

Jawa Pos Radar Malang 22 Januari 2017 . 2

Prof Dr Ahmad Fuad Effendy, Dipercaya Jadi Anggota Pusat Bahasa Arab di Riyadh

Prof Dr Ahmad Fuad Effendy punya prestasiinternasional yang membanggakan. Dia dipercaya menjadi satu-satunya anggota Dewan Pembina King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language  dan Indonesia selama dua periode.

KISNO UMBAR

 RATUSAN buku berbahasa Arab tertata rapi di lemari yang ada di ruang tamu rumah Prof Dr Ahmad Fuad Effendy, Jalan Landungsari Asri D/77 Kota Malang. Kehadiran wartawan koran ini kemarin (21/1) disambut baik suami Diah Jawahir itu.

Biasanya dia sibuk dengan aktivitas rutin mengisi pengajian di berbagai daerah. Kala itu, dia meluangkan waktu untuk berbagi cerita tentang kiprahnya di kancah internasional.

Pengalaman laki-Iaki kelahiran 7 Juli 1947 itu di dunia bahasa Arab terbilang luas. Bahkan, hampir semua dosen bahasa Arab di Indonesia, mengenalnya. Pasalnya, laki-lakiyang kerap disapa Cak Fuad itu adalah penggagas organisasi profesi pengajar bahasa Arab di Indonesia, sejak 1999 silam yang eksis hingga sekarang

Getol Kembangkan Mctode PembeFajaran Bahasa Arab yang Mudah Dipahami

Sambungan 

Bahkan, cakupan organisasi tersebut tidak hanya nasional, tapi sudah mendunia. Kiprah Cak Fuad dalam dunia bahasa Arab, tidak hanya di Indonesia. King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language, lembaga resmi tertinggi dalam menjaga bahasa Arab di dunia, yang berpusat di Riyadh, Saudi Arabia, juga memercayainya untuk menjadi member of the board of  trustees (anggota dewan pengawas). Ada sembilan orang dari seluruh dunia yang ditugasi

Kerajaan Saudi Arabia dan dia merupakan satu-satunya orang Indonesia. Alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo itu juga menyatakan, ada empat anggota dari Afrika dan Eropa, kemudian empat lainnya dari Saudi Arabia. “Pada 2013 lalu, awal saya terpilih menjadi salah satu anggota lembaga itu (King Abdullah, Red),’’ terang saudara tertua budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ini.

Dia menyampaikan amanah menjadi member of the board of trustees selama tiga tahun dalam satu periode (2013-2016). Namun, kepercayaan dari King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language ternyata bertambah. Alumnus Fakultas Adab dan Ilmu Budaya LAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN Sunan Kalijaga) itu diberi kepercayaan menemskan kembali menjadi member of the board of trustees untuk periode berikutnya. Padahal, 7 anggota lainnya pada 2016 lalu, diganti. ”Saya dan perwakilan dari Saudi Arabia yang tidak diganti,” ujarya.

Dia tidak tahu persis alas an dipertahankan. Sehingga, alumnus Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu kembali menjabat kali kedua untuk periode 2016-2019.

Laki-laki yang pemah menjabat sebagai dekan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang itu (UM) menyatakan, tanggung jawab dalam lembaga King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language itu sangatlah
besar. Sebab, mereka bertugas mencari metode pengajaran bahasa Arab yang baik dan benar untuk dunia. Sehingga bahasa Arab bisa tersampaikan dengan mudah. ’’Bahasa Arab menurut sebagian orang, masih dianggap sesuatu
yang sulit untuk dipelajari, padahal tidak,” kata Fuad.

Pengalaman periode pertama menjabat, Cak Fuad bertugas menetapkan strategi umum dari rencana induk pengembangan bahasa Arab di dunia. Dia membuat program kerja tahunan dalam mengembangkan bahasa Arab.

Selanjutnya dia menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga di dunia yang pro pengembangan bahasa Arab. Selain itu, juga rutin mengevaluasi setiap tiga bulan sekali. ’’Setiap tiga bulan sekali, saya terbang ke luar negeri. Kadang ke Riyadh, Afrika, dan juga Eropa untuk rapat rutin,” ujarnya.

Menurut dia, berldprah dalam mengembangkan bahasa Arab di dunia, menjadi suatu kebanggaan. Sebab, Cak Fuad sudah mendedikasikan dirinya dalam dunia itu. Selama tergabung dalam lembaga tersebut, dia tidak mendapatkan gaji. Namun, semua fasilitas terkait kebutuhan akomodasi sudah terjamin. ’’Bagi saya, tidak masalah tak digaji,
selama akomodasinya ditanggung,” tutm dia.

Lalu, bagaimana bisa rerpilih menjadi salah satu member of the board of trustees di King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language? Menurut dia, pro-sesnya tentu sangat panjang.

Dalam nuansa sejuk pagi itu, Cak Fuad mengungkapkan, dia sesungguhnya tidak tahu pasti alasan kenapa dia dipilih. Namun, dia menduga gagasannya dalam menjaga bahasa Arab di Indonesia yang menjadi pertimbangan.

Salah satu bentuknya, pada 1999 silam, dia berhasil menginisiasi berdirinya organisasi guru bahasa Arab di Indonesia
yang bernama Ittihadul Mudarrisin Lughah al-Arabiyah(IMLA) atau Persatuan Pengajar Bahasa Arab. “Dulu banyak organisasi bahasa Arab didirikan, tapi umurnya tidak lama. Bahkan, bisa dibilang sebelum lahir sudah mati,” jelas dia.

Namun, laki-laki yang pernah menjadi pimpinan majalah Lisan berbahasa Arab pada 1980 itu, kembali menggagas dengan langkah yang sistematis. Sehingga dampaknya hingga sekarang. Kegiatan IMLA digelar rutin setiap tahun, juga bersamaan dengan Presentasi Ilmiah Nasional Bahasa Arab (PINBA).

Berkat kegigihannya dalam mendirikan IMLA, pada 2014 lalu, ketika peringatan bulan bahasa internasional di Indonesia, Cak Fuad mendapatkan penghargaan langsung dari King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Arabic Language.

Perjuangannya tidak berhenti hingga di situ saja. Kata dia, IMLA yang awalnya hanya melibatkan pengajar bahasa Arab di Indonesia, Maret2017 mendatang akan ada pertemuan pengajar bahasa Arab di seluruh dunia yang berada di Riyadh.

Dia sangat optimistis jika perkembangan bahasa Arab dikenal sebagai bahasa akademik di dunia, bakal terwujud. Sebab, bahasa Arab sudah resmi menjadi bahasa internasional, jadi mulai berangsung-angsur naikpamomya. ’’Bahasa Arab dapat semakin berkembang dan mudah dipahami. Sehingga tidak ada orang yang kesulitan dalam memahaminya,” pungkas dia. (*/c2/lid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *