Kuota Beasiswa PTN Turun Drastis

Malang Post 15 November 2016

Malang Post 15 November 2016

Malang Post 15 November 2016

Kuota Beasiswa PTN Turun Drastis

MALANG – Tahun ini, perguruan tinggi haras berfikir keras membagi kuota beasiswa kepada mahasiswa yang berhak. Pasalnya, pemerintah mengurangi kuota beasiswa hingga lebih dari 50 persen. Akibat dari penuranan ini, banyak mahasiswa miskin yang tidak tercover padahal mereka layak menjadi penerima.
Seperti di Universitas Negeri Ma¬ lang (UM), kuota beasiswa PPA/ BBM tahun ini hanya 236 orang saja. Padahal pada 2015 lalu jumlahnya mencapai 1750 orang.
“Penuranannya penerimaan memang sangat drastis sekali,” ungkap Rahman, kepala sub bagian kesejahteraan mahasiswa UM.
Padahal, kata Rahman, ada 5700 mahasiswa yang telah mengajukan beasiswa dari pemerintah ini. Selebihnya yang tidak tercover diupayakan untuk mendapatkan beasiswa atau pembiayaan pendidikan dari pemerintah daerah asal, kota/kabupaten.
“Kami data mana-mana mahasiswa yang mengajukan beasiswa lalu kami kirim berkas pengajuan kepada pemer¬ intah setempat,” papar Rahman.
Hingga saat ini, yang memberi respon hanya dari Kabupaten Bondowoso. Itu pun tak semua pengajuan direalisasi.
“Dari 35 yang kami ajukan kepada pemkab Bondowoso, hanya 1 saja yang disetujui,” jelasnya.
Sementara pengajuan kepada pemkab lainnya sampai saat ini juga masih be-
lum ada respon balik.
’’Ada beberapa wilayah yang hingga saat ini belum mendapatkan umpan balik, misalnya Lamongan,” imbuh Rahman.
la menambahkan, walaupun ada beberapa beasiswa swasta tidak bisa di andalkan untuk mengcover mahasiswa yang mengajukan beasiswa.
“Kuota dari beasiswa swasta tidak banyak, hanya paling 5-10 orang saja, dan itu sudah past! tidak mencukupi,” ungkapnya.
Rahman pun merasa prihatin, karena melihat nasib mahasiswanya yang belum bisa mendapatkan beasiswa hingga saat ini. Karena ia merasa masih banyak yang layak menerima namun belum bisa tercover.
“Upaya kami berikutnya, tentu saja pimpinan kami dan rektorat berusaha untuk mengajukan beasiswa kepada pemerintah pusat. Untuk bisa meng¬ cover mahasiswa yang layak mendapat beasiswa,” tegasnya.
la ingin, agar pemerintah bisa menambah lagi kuota penerima mahasiswa. Ia khawatir jika tahun depan akan semakin banyak mahasiswa yang layak menerima namun belum ada kesempatan untuk itu. “Kasihan memang anak-anak yang memang ingin bisa berkuliah namun temyata belum bisa mendapatkan kesempatan beasiswa,”
paparnya.
Tak jauh beda, Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) yang berada dibawah Kementerian Agama, juga mengalami penuranan beasiswa pemerintah. Pada tahun 2015, penerima beasiswa DIPA UIN Malang sebanyak 1800, sekarang hanya 372.
Ketua bidang kemahasiswaan UIN Malang, Dr. M. Jaiz Kumkelo, M.Hum mengatakan, penuranan penerima beasiswa DIPA, ia alihkan untuk bidikmisi.
“Karena pengajuan beasiswa tahun ini yang lolos kualifikasi sudah hampir tertampung semua,” tukas Jaiz.
la mengatakan, jika mahasiswa yang mengajukan dan lolos kualifikasi telah tertampung dalam program beasiswa BBM.
“Penerima BBM yang naik tahun kemarin 160, tahun ini 195. Walaupun tidak drastis namun bisa cukup menampung,” tutupnya. (sin/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *