Seimbangkan Kuliah dan Gulat

Jawa Post Radar Malang 24 Oktober 2016

Jawa Post Radar Malang 24 Oktober 2016

Jawa Post Radar Malang 24 Oktober 2016

Seimbangkan Kuliah dan Gulat

BAGI Shintia Eka Arfenda, mengatur waktu adalah hal paling sulit. Peraih medali perak dalam cabang gulat 48 kg di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat tahun ini tersebut harus menyeimbangkan antara kuliah dan berlatih gulat. Gadis yang menggeluti olahraga gulat semenjak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Tumpang ini akan terus fokus. Namun, dia mengatakan, kuliah dan gulat harus seimbang. “Hams jalan bareng-bareng,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat latihan terpusat untuk PON, perempuan kelahiran Malang 28 November 1996 ini mengaku harus berlatih dua kali sehari yaitu pagi dan sore. “Pagi latihan, siang kuliah, sore latihan lagi,” kata mahasiswi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) tersebut. Pada gelaran PON tahun ini, dia menargetkan bisa menga-lahkan pegulat dari Kalimantan Timur. ’’Karena Kaltim yang jadi saingan di Pra PON,” kata Shintia. Namun, di lapangan serasa berbeda, kontineen Jawa Barat menurunkan atlet tapi nama yang terdaftar bukan pada kelasnya. Tapi bagi putri pasangan Arifin-Mutmainah ini, itu bukan alasan. “Saya harus tetap berlatih,” tandas dia. Kedepan, pegulat lulusan SMA1 Tumpang tersebut menargetkan medali etnas di PON. “Saya juga ingin masuk pelatnas ASEAN Games,” pungkasnya. (jaf/cl/Ud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *